Posted in Politik, puisi, sastra

Proklamasi Para Hipokrit

Kita membangun ruang
Bukan jiwa
Kita sibuk dengan statistik bermegahan
Bukan substansi

Kita sibuk dengan dunia kita
Abai dengan perih jendela sebelah
Kita sibuk merengkuh
Lupa dengan keranjang yang telah berdesakan

Kita berkelit dengan kata-kata tinggi terdidik
Membelakangi kata-kata bumi dan ramah pengertian
Kita ribut dengan perih senoktah
Acuh dengan badai luka yang menyergap sebahagian lainnya

Kita gemar memuntahkan makian pada selain kita
Tanpa sehelai pun makian pada diri sendiri
Kita merutuk gelap
Tanpa pernah mengerti berapa banyak kata kita yang memadamkan jiwa

Kita sibuk mendongak dan menadahkan tangan                                                 
Terlupa melihat kolong garis dan menebarkan tangan
Kita sibuk menangis dalam sunyi
Enyahkan rahasia detak jantung serta keajaiban diri kita

Kita memberi warna pada kata artifisial
Dan melusuhkan kata arti dan makna
Kita menganiaya
Tapi merasa teraniaya

Kita rajin membakar
Tanpa memadamkan dan menenangkan jiwa
Kita bertanya mengapa
Tanpa memberi apa

Kita para pelahap oksigen
Kita para pembunuh nurani
Kita para hipokrit yang berkeliaran di bumi

Author:

Suka menulis dan membaca

2 thoughts on “Proklamasi Para Hipokrit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s