Posted in puisi, sastra

Bunga Patah Tanpa Warna

Di secarik kertas yang terkusamkan waktu
Tertera mimpi dalam tinta
Diujarkan dalam riuh dan sendiri
Disini pernah ada harapan yang berkejaran
Harapan untuk menjadi gelombang arti

Dengarkan era yang tersurut
Membuka lembar lusuh dari gudang memori
Di secarik kertas yang terkusamkan waktu
Pernah ada rencana demi rencana
Rencana tuk senyum bersambung senyum

Di perhentian stasiun kereta
Ketika hujan menyerap sepi
Mengetuk jendela dalam harmoni simfoni
Tandaskan ulang alik waktu serta perasaan
Ketika lampau riuh rendah dengan gelimang pijar mimpi
Masa kini tertunduk tepi

Relakan mimpi dihanyutkan gelombang karam
Relakan mimpi dibenturkan dinding angkuh lagi lara
Relakan mimpi diserap bumi
Menjadi bunga-bunga patah tanpa warna

Author:

Suka menulis dan membaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s