Posted in puisi, sastra

Bunga Kering

Apakah kau merasa sunyi membuluh di nadi?
Atau sepi yang menjerat di udara tak terkatakan
Semua frustasi yang memburu detak waktumu
Setelah itu hampa
Seumpama perih tak terjelaskan

Di bawah hujan kehilangan warna
Dibalik kabut tersesatkan rasa
Dan titik yang kau gambarkan terputus
Terhenti di lengkung ketakjubannya
Tak terselesaikan
Dan kau bernyanyi di melodi minor

Spirit yang kehilangan apinya
Spirit yang kehilangan mimpinya

Bersemayamlah senyum beserta bunga kering
Celoteh cerita menemui tiang gantungnya
Terasingkan tak terpulihkan

Author:

Suka menulis dan membaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s