Posted in puisi, sastra

Di Tangan Luka

Seperti pagi yang menghilang
Seperti sepi yang menjelang
Seperti cinta yang temaram

Aku terhenti di jarum jam kusam ini
Meratapi puing-puing terhenti di pangkuan
Menatapi relung-relung terlunta

Tempatku menepi punah dilahap kemarau
Kehampaan hati
Luka yang mendera
Cinta yang memudar

Hatiku terseret nelangsa
Terjatuh dan terhempas
Terluka dan berdarah

Seperti pagi yang menghilang
Seperti mimpi yang mati di tangan cinta

Author:

Suka menulis dan membaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s