Posted in puisi, sastra

Dilema Distorsi Jiwa

Ada cinta yang menjenguk pagi ini
Nyanyikan notasi-notasi meninggi
Ada sepi yang menusuk kalbu
Rintihkan segenap luka

Kau bawa aku ke luasnya langit biru
Lalu kau luncurkan diri ini ke palung terdalam
Kau buatku tersenyum di sisi cinta
Kau buatku terlunta di koin cerita

Tak mudah untuk menggapaimu
Tak mudah pula untuk melepasmu dari memori
Dan kau terdiam di relung hujan yang sejukkan bumi
Dan kau tersenyum begitu manis…sekaligus begitu menyakitkan

Sketsa masa depan kuraut hitam putih
Untuk kemudian kau koyak berpeluh luka
Dan janji setia luluh di harapan
Dilema distorsi jiwa yang terluka

Author:

Suka menulis dan membaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s