Posted in puisi, sastra

Gelas Yang Pecah

Saksikan langkahku kini
Ringan melangkah
Sejuk menjejak
Aku mampu hidup tanpamu di sini

Lalu kau pertanyakan
Tentang hasratmu tuk kembali
Dan pintamu mengunci memori masa lalu

Kau dendangkan pencapaian kebersamaan
Betapa merindunya dirimu
Betapa menantinya dirimu

Setelah luka pengkhianatan
Tiada mampu kurajut gelas yang sudah pecah
Mimpi yang telah kusut

Aku bukan untukmu
Kamu bukan untukku

Author:

Suka menulis dan membaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s