Posted in puisi, sastra

Pesawat Kertas

Pada sepi yang satu
Limbah pikiran mengkontaminasi jiwa
Sewaktu Waktu kelu mendekap hati
Jalan-jalan redup tanpa ujung

Tersungkur dibingkai bimbang
Dialaskan kepedihan
Beratapkan pertanyaan
Resistensi seharian

Sejauh horizon skeptis
Prasasti bisu tanpa untaian kata
Tangga-tangga menderu diselubungi awan menghitam
Sebatang kara di gurun tanpa nama

Bimbing aku sebelum cahaya ini meredup
Bantu aku sebelum semuanya terlambat

Pesawat kertas yang kulipat
Rindukan titik-titik cahaya dari mercusuar jiwamu
Mengangkasa menantang angin
Wartakan tentang apa yang kaurasa
Luruhkan bimbang di jiwa

Author:

Suka menulis dan membaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s