Posted in puisi, sastra

Simfonimu

Simfonimu mengalun lamat-lamat
Memoriku terikat erat kuat
Damai nian hati ini
Sejauh pandangan mata tiada gersang melanda
Beginilah cinta yang menyembuhkan

Membuatku tersenyum lepas
Dan kurasakan angin seakan bicara:
“Nikmati hidupmu”
“Syukuri takdirmu”
“Jaga cintamu”

Simfonimu nan tenang namun bertenaga
Meneduhkan jiwa kerontang
Menyembuhkan luka tersimpan
Tarikan kutub keyakinan menarik kuat
Mendamaikan gejolak yang meluap

Dan kulihat senyum teduhmu
Terlelaplah bara perih
Enyahlah siksa pedih
Hanya kagumi elok tanganmu di tuts piano
Seolah kau melebur dalam mahadewi keindahan tak terdefinisikan

Simfonimu taburkan confeti ke kepala yang menengadah
Mendamba debur ombak yang menyita sukma
Seirama dengan rinai hujan yang menerpa rasa
Dan kulihat kamu
Piano itu, kamu, dan simfoni yang detakkan jantung untuk mengerti

Author:

Suka menulis dan membaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s