Posted in puisi, sastra

Moonlight

Adalah bulan terlelap di pangkuannya
Utarakan segala rasa yang terpendam
Ungkapkan segala yang tersimpan
Lalu kulihat masa depan dari tatapan sesosok cinta

Adakah cinta mengalun begitu deras
Menghanyutkan luka yang memberat
Sirnakan pedih yang melekat
Dari mata seorang perempuan menentramlah jiwaku

Luluh segala resah yang mendera
Terangkatlah binar cahaya nan selama ini sembunyi
Adalah bintang mencerna harapannya
Benderang seterang terang

Adalah cinta kuatkan hati yang pernah koyak,
Wajah yang pernah sembab,
Luka yang terkuak,
Nadi yang berontak,
Dari wajah sesosok cinta
Semuanya menjadi terang
Seterang purnama di bawah kaki langit

Advertisements
Posted in puisi, sastra

Gelas Yang Pecah

Saksikan langkahku kini
Ringan melangkah
Sejuk menjejak
Aku mampu hidup tanpamu di sini

Lalu kau pertanyakan
Tentang hasratmu tuk kembali
Dan pintamu mengunci memori masa lalu

Kau dendangkan pencapaian kebersamaan
Betapa merindunya dirimu
Betapa menantinya dirimu

Setelah luka pengkhianatan
Tiada mampu kurajut gelas yang sudah pecah
Mimpi yang telah kusut

Aku bukan untukmu
Kamu bukan untukku

Posted in puisi, sastra

Percaya Sungguh

Pernahkah aku singgah di hatimu
Mengisi nadimu dengan sensasi imajinasi
Penuhi firasatmu untuk berencana
Mampukah aku merangkai tawamu

Menyimpan rahasia-rahasia bisumu
Pancarkan kemilau dari hampa terdalam
Berkenankah engkau merangkum sukaku
Adakah tersimpan rasa di gerbang tersembunyi

Mencintaimu ialah percaya sungguh
Menaruh tangan di tangan yang lain

Posted in puisi, sastra

Simfonimu

Simfonimu mengalun lamat-lamat
Memoriku terikat erat kuat
Damai nian hati ini
Sejauh pandangan mata tiada gersang melanda
Beginilah cinta yang menyembuhkan

Membuatku tersenyum lepas
Dan kurasakan angin seakan bicara:
“Nikmati hidupmu”
“Syukuri takdirmu”
“Jaga cintamu”

Simfonimu nan tenang namun bertenaga
Meneduhkan jiwa kerontang
Menyembuhkan luka tersimpan
Tarikan kutub keyakinan menarik kuat
Mendamaikan gejolak yang meluap

Dan kulihat senyum teduhmu
Terlelaplah bara perih
Enyahlah siksa pedih
Hanya kagumi elok tanganmu di tuts piano
Seolah kau melebur dalam mahadewi keindahan tak terdefinisikan

Simfonimu taburkan confeti ke kepala yang menengadah
Mendamba debur ombak yang menyita sukma
Seirama dengan rinai hujan yang menerpa rasa
Dan kulihat kamu
Piano itu, kamu, dan simfoni yang detakkan jantung untuk mengerti

Posted in puisi, sastra

Dilema Distorsi Jiwa

Ada cinta yang menjenguk pagi ini
Nyanyikan notasi-notasi meninggi
Ada sepi yang menusuk kalbu
Rintihkan segenap luka

Kau bawa aku ke luasnya langit biru
Lalu kau luncurkan diri ini ke palung terdalam
Kau buatku tersenyum di sisi cinta
Kau buatku terlunta di koin cerita

Tak mudah untuk menggapaimu
Tak mudah pula untuk melepasmu dari memori
Dan kau terdiam di relung hujan yang sejukkan bumi
Dan kau tersenyum begitu manis…sekaligus begitu menyakitkan

Sketsa masa depan kuraut hitam putih
Untuk kemudian kau koyak berpeluh luka
Dan janji setia luluh di harapan
Dilema distorsi jiwa yang terluka

Posted in puisi, sastra

Pesawat Kertas

Pada sepi yang satu
Limbah pikiran mengkontaminasi jiwa
Sewaktu Waktu kelu mendekap hati
Jalan-jalan redup tanpa ujung

Tersungkur dibingkai bimbang
Dialaskan kepedihan
Beratapkan pertanyaan
Resistensi seharian

Sejauh horizon skeptis
Prasasti bisu tanpa untaian kata
Tangga-tangga menderu diselubungi awan menghitam
Sebatang kara di gurun tanpa nama

Bimbing aku sebelum cahaya ini meredup
Bantu aku sebelum semuanya terlambat

Pesawat kertas yang kulipat
Rindukan titik-titik cahaya dari mercusuar jiwamu
Mengangkasa menantang angin
Wartakan tentang apa yang kaurasa
Luruhkan bimbang di jiwa

Posted in puisi

Enigma (II)

Kamu adalah enigma
Yang membuatku bertanya-tanya
Mengira-ngira tentang segala pertanda

Kamu adalah enigma
Yang membuatku berlari dari istal sunyi
Yang membuatku meninggi di kosmos

Kamu adalah enigma
Yang menyita terminologi waktu
Anomali-anomali sepanjang langkah

Kamu adalah enigma
Pada korelasi bifurkasiku
Pada misteri
Pada teka-teki
Pada puzzle

Kamu adalah enigma
Ikat cahaya ini terangi bimbang perasaan
Pandu kisah ini lalui tribulasi

Kamu adalah enigma
Dalam senyum-diam
Dalam kata-literasi
Dalam tersirat-tersurat
Enigma adalah kamu