Posted in Fiksi Fantasi

Cum Laude Untuk Steve Jobs (1)

Traffic di Facebook menggeliat dengan arus berita tentang meninggal dunianya Steve Jobs. Berbagai reaksi diwartakan oleh para netizen terkait dengan meninggalnya sosok yang identik dengan Apple dan Pixar ini. Saya harap artikel ini bisa menjadi sekedar pengingat bahwasanya telah berpulangnya sosok kreatif yang langsung maupun tak langsung karyanya telah menjadi bagian dari putaran dunia fiksi fantasi yang kita nikmati. Steve Jobs merupakan sosok yang membesarkan Pixar, sebuah studio animasi yang konsisten menelurkan karya fiksi fantasi kelas wahid. Dari Pixar lahirlah Toy Story, Finding Nemo, The Incredibles, Cars, Ratatouille.

>> Toy Story

Kisah fiksi fantasi yang menjadi layar pembuka dari karya Pixar ini, pada tahun 2010 lalu menutup petualangannya. Cukup panjang waktu dari Toy Story pertama hadir hingga tamat pada medio 2010 lalu. Toy Story 1 mentas pada tahun 1995, lalu Toy Story 2 (tahun 1999), dan Toy Story 3 (tahun 2010). Tokoh-tokoh dalam Toy Story begitu kuat secara karakter dan diisi suaranya oleh para pemeran numero uno yang mampu memberi nyawa karakternya. Sebut saja si koboi Woody (Tom Hanks), si astronot Buzz (Tim Allen), Mr.Potato Head (Don Rickles). Grafik cerita dari trilogi Toy Story sendiri tumbuh dan berkembang, dari mulai Andy kecil hingga dirinya menginjak bangku kuliah.

Sebuah cerita yang tidak hanya sekedar fantasi biasa. Toy Story berhasil memotret dengan apik sisi manusiawi. Saya percaya sedikit banyak kisah Andy dengan mainannya merupakan kisah Saya dan Anda juga. Apa kabar dengan segenap mainan sewaktu kecil Anda? Adakah yang masih tersisa? Atau kita sudah terlalu tua dan dewasa untuk bermain?

>> Finding Nemo

Secara grafis jangan ragukan kemampuan dari film Finding Nemo untuk menghidupkan kehidupan laut di layar bioskop. Dunia perikanan yang selama ini mungkin belum akrab dengan dunia kita, menjadi begitu atraktif. Finding Nemo juga tidak sekedar menarik di medium film, di dunia games bagi Saya cukup menghibur game Finding Nemo. Finding Nemo sendiri memiliki konsep sederhana dan memaparkan bagaimana cinta antara ayah dan anak (serta cinta dalam skala lainnya).

Kisah Finding Nemo juga menyentil manusia dalam tata laksana dengan alam. Bagaimana manusia sebagai spesies paling kuat di bumi sering menerkam dan menggerogoti bumi. Ragam petualangan dan perjuangan yang dilakukan Marlin dalam mencari anaknya Nemo juga memaparkan tentang nilai perjuangan, persahabatan dan cinta. Nilai-nilai yang penting kiranya untuk anak-anak dan orang dewasa. Cinta Marlin kepada anaknya dapat compatible dengan syair dari Kahlil Gibran berikut: Pabila cinta memanggilmu, ikutilah dia, walau jalannya terjal berliku-liku. Dan pabila sayapnya merangkummu, pasrahlah serta menyerah, walau pedang tersembunyi di sela sayap itu melukaimu. Dan jika dia bicara kepadamu, percayalah, walau ucapannya membuyarkan mimpimu, bagai angin utara mengobrak-abrik petamanan.

Bagaimana dengan Anda, sudah optimalkah memperjuangkan cinta?

Referensi dari tulisan ini: http://en.wikipedia.org/wiki/Pixar; http://en.wikipedia.org/wiki/Toy_Story; http://www.imdb.com/title/tt0435761/; http://www.imdb.com/title/tt0266543/; Sajak Kahlil Gibran

Bersambung..

{fin}

Kalfa (Kaldera Fantasi) ialah komunitas pecinta fiksi fantasi. Hadir juga di http://www.facebook.com/groups/kalfa

Author:

Suka menulis dan membaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s