Posted in Sepakbola

Rooney Multiple Choice

Manchester United kembali menggeliat. Setelah secara menyakitkan dipukul saudara sekotanya yang bising di Old Trafford dengan 1-6, Manchester United kembali ke jalur kemenangan. Tiga kemenangan beruntun berhasil diraih di tiga level kompetisi yang berbeda, yakni Carling Cup, Liga Inggris dan Liga Champions. Yang menarik pada dua kemenangan terakhir tim Setan Merah terdapat perubahan posisi yang cukup signifikan pada Wayne Rooney. Rooney yang memiliki habitat posisi sebagai striker, digeser oleh Sir Alex menempati posisi gelandang.

Perubahan yang dilakukan oleh Sir Alex ini tak bisa dilepaskan dari menurun dan kurang menggigitnya posisi gelandang di Manchester United. Pada musim 2011-2012, Manchester United kehilangan sosok Paul Scholes dikarenakan dirinya pensiun sebagai pemain sepakbola. Scholes merupakan tipikal gelandang yang multi guna. Pekerja keras, ngotot, tangguh dalam bertahan dan menyerang, memiliki tendangan keras, merupakan sejumlah keistimewaan dari salah satu punggawa Class of 92 ini. Kehilangan Paul Scholes ini sempat memunculkan rumor akan hadirnya gelandang kelas wahid di Theatre of Dream. Wesley Sneijder sempat menjadi suksesor terkuat yang digadang-gadang akan menjadi laskar Setan Merah. Namun nampaknya karena gaji tinggi yang diminta Sneijder serta usia yang dimilikinya menjadikan opsi pembelian Sneijder batal terlaksana.

Faktor lain kegagalan Sneijder berlabuh di Old Trafford ialah penampilan impresif dari Tom Cleverley. Pemain binaan akademi Manchester United ini menunjukkan determinasi tinggi serta penampilan yang menjanjikan di lini tengah kubu Setan Merah. Sayangnya Cleverley dilanda cedera sehabis melawat tandang ke Bolton Wanderers. Pasca cederanya Cleverley performa dari gelandang tengah United mengalami penurunan. Fakta otentiknya ialah tertahan di Anfield dan kekalahan mengenaskan melawan Manchester City. Bukan itu saja, gairah, pesona permainan United yang begitu menawan dan perkasa melawan musuhnya menjadi kurang garang pasca absennya Cleverley.

Sir Alex menghadirkan kejutan penempatan Rooney ketika melawat ke Goodison Park. Sebuah partai yang krusial, karena pekan sebelumnya United tergelincir. Selain itu Goodison Park pada musim sebelumnya membawa luka tersendiri bagi Setan Merah. Unggul 3-1 hingga injury time, lalu secara menyakitkan skor berhasil disamakan pada sisa tambahan waktu. Pada lawatan ke kandang Everton kali ini, Rooney ditempatkan sebagai gelandang tengah oleh Sir Alex, hal yang menjadi resep kejutan dan berhasil. Manchester United pulang dengan membawa kemenangan tipis 1-0.

Apa kiranya yang menyebabkan Wayne Rooney berhasil memainkan perannya sebagai gelandang tengah? Menurut hemat Saya terdapat beberapa jawaban yakni kengototan Rooney, umpan akurat, kelihaian mencetak gol, Rooney merupakan pemain extra ordinary. Rooney merupakan pemain yang ngotot. Hal ini merupakan karakter yang dimilik oleh pemain yang memiliki perawakan seperti tokoh kartun Shrek ini. Pada usia muda, kengototan dari Rooney kerap berbuah malapetaka bagi timnya, dikarenakan kelihaian strategi lawan dalam memodifikasi sikap Rooney ini. Contoh nyatanya ialah ketika Rooney harus dikartu merahkan pada Piala Eropa 2004 dan yang sensasional ialah aksi provokasi Cristiano Ronaldo pada piala Dunia 2006 yang berujung pada kartu merah Rooney.

Seiring perjalanan waktu tempramen Rooney yang ngotot ini terus berupaya dipertahankan sembari dikendalikan untuk kepentingan tim. Memang belum dapat terkendali sepenuhnya tempramen dari Rooney, seperti diperlihatkan pada partai terakhir Inggris di kualifikasi Piala Eropa 2012, dimana Rooney menendang pemain lawan dan harus menerima kartu merah. Bagi Manchester United, karakter ngotot inilah yang dibutuhkan di posisi gelandang tengah. Berani untuk berduel dengan pemain lawan, memotong serangan lawan, akselerasi dari lini tengah- merupakan pola istimewa yang dapat dimiliki oleh pemain bertipe ngotot. Dan hal tersebut terdapati pada diri Wayne Rooney.

Rooney memiliki umpan yang akurat. Kemampuan Rooney dalam memasok umpan sungguh brilian. Baik itu umpan pendek, maupun umpan panjang. Keakuratan dalam mengirimkan umpan ini merupakan kelebihan istimewa bagi Rooney yang membuatnya nyetel sebagai gelandang tengah. Kemampuannya dalam mengirim umpan jauh merupakan keuntungan bagi Manchester United dalam melakukan transisi dari diserang menjadi menyerang. Belum lagi kemampuan sprint dari Rooney untuk kemudian mengirim umpan atau menyelesaikannya sendiri. Hal yang dapat mengubah jalannya pertandingan, serta teramat berarti dalam melepaskan tekanan dari serangan lawan.

Rooney juga merupakan pemain yang mampu mencetak gol dari berbagai posisi. Kemampuan Rooney tidak hanya berada pada kotak pinalti sebagai finisher, dari luar kotak pun Rooney sama andalnya. Menempatkan Rooney di posisi gelandang tidak lantas menyurutkan kapabilitasnya sebagai goal getter. Ketika melawan Everton misalnya, gol dari Chicarito merupakan proses yang tercipta akibat kegaduhan di lini belakang yang disebabkan oleh Rooney. Rooney dengan sigap menyusup ke jantung pertahanan musuh dan membuat perhatian penjagaan pada dirinya, sehingga menyebabkan Chicharito berada dalam posisi relatif bebas untuk menyarangkan gol.

Pada pertandingan melawan Otelul Galati di Liga Champions, Rooney lagi-lagi menunjukkan instingnya sebagai mesin gol. Tembakan spekulasinya dari luar kotak pinalti membentur kaki Cristian Sarghi untuk kemudian berbelok arah dan membuat kiper lawan mati langkah. Di papan skor memang tercatat gol bunuh diri dari Cristian Sarghi, namun insting Rooney sebagai penuntas serangan telah menghasilkan distingsi dan menyamankan United merebut tiga poin.

(Bersambung)

Author:

Suka menulis dan membaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s