Posted in Fiksi Fantasi, Sosial Budaya

Hero? (1)


Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu.
Kenang, kenanglah kami.

Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum apa-apa

(Chairil Anwar: Krawang-Bekasi)

Begitulah kiranya Chairil Anwar dengan kekuatan sastra dan bahasanya menyemangati anak bangsa untuk berjuang. Bagaimana kiranya, jika puisi tersebut dibacakan kali ini. Tahun 2011, berbilang 63 tahun dari masa Chairil Anwar menuliskan puisi Krawang-Bekasi. Adakah masih ada gereget gelora perjuangan atau sekedar menjadi kata-kata yang melintas saja di tengah jalan pragmatis yang menjadi pilihan bagi banyak orang.

Tiap kita merindukan pahlawan. Tiap kita memiliki kekaguman akan pahlawan. Pahlawan menjadi sosok penyelamat, pembebas, pemerdeka. Ingatkah Anda ketika kecil dulu, siapakah pahlawan Anda? Mungkin Batman, Spiderman, Superman, dalam kisah fiksi fantasi; mungkin Pangeran Diponogoro, Teuku Umar, setelah mengenal sekilasan sejarah Indonesia. Pahlawan dibutuhkan sebagai proyeksi ideal. Kekuatan harapan, cita-cita dan segala nilai luhur. Bagaimana dengan kita kini, masihkan percaya dengan konsep pahlawan?

Tekanan hidup, tuntutan pekerjaan, siklus hidup, dapat mengubur sesuatu dari diri kita yakni harapan. Kita menjadi sekedar manusia-manusia bervisi pendek yang hidup untuk hidup hanya sepanjang usia biologis kita. Mungkin dulu ketika kecil, imajinasi dan mimpi begitu berterbangan. Kita ingin menjadi pahlawan, kita ingin merubah dunia. Keadaan, stigma, menarik diri dalam siklus normal. Hidup tanpa mimpi kepahlawanan. Tapi benarkah kiranya jiwa kepahlawanan telah mati?

Saya rasa tidak. Tiap kita memiliki jiwa kepahlawanan. Setiap kita adalah pahlawan. Percaya? Ajaran Islam mengajarkan kita untuk menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain. Kehadiran kita di bumi menghadirkan kebermanfaatan bagi orang yang bersentuhan dengan kita dan lingkungan. Kita bisa menjadi pahlawan dengan membantu sesama, dengan menjadikan bumi tempat yang ramah untuk hidup. Jika dikaitkan dengan kisah fiksi fantasi Anda akan mendapatkan referensinya pada Claire Bennet di Serial Heroes.

Save the cheerleader, save the world. Begitulah adagium yang dititahkan oleh Hiro Nakamura dari masa depan kepada Peter Petrelli. Claire Bennet merupakan cheerleader di SMU-nya, dan dia bukan sekedar ordinary people. Claire Bennet memiliki kemampuan untuk menyembuhkan diri sendiri. Sementara, Peter Petrelli yang masih belum yakin dengan kemampuan istimewa yang dimilikinya pun menyongsong takdirnya. Peter tahu yang akan dihadapinya ialah Sylar. Sylar sendiri merupakan pembunuh serial dari orang-orang yang berkemampuan khusus. Peter untuk kemudian bertarung dengan Sylar, hingga akhirnya Peter terjatuh dan mengalami dislokasi tulang. Yap seharusnya Peter mati, namun karena telah menyerap kemampuan Claire maka Peter Petrelli dapat menyembuhkan lukanya sendiri.

Potongan mozaik cerita yang menyentuh kemudian ialah ketika Claire menemui Peter Petrelli dan mengatakan bahwa Peter Petrelli adalah pahlawannya. Setiap kita sebenarnya memiliki kesempatan untuk menyelamatkan orang lain. Ada begitu banyak lini sosial yang memungkinkan kita untuk menjadi pahlawan. Di Indonesia misalnya angka pengangguran terbuka tercatat 7,7 juta, disparitas kekayaan masih timpang, dimana masih banyak warga miskin sekalipun angka income/capita tercatat U$ 3.000. Meluaskan spektrum hidup kita untuk menjadi bermanfaat bagi yang lain, tentu akan bisa membantu untuk mengikis angka tersebut. Ingat kita hidup tidak sendiri, melainkan berada diantara 7 milyar manusia di bumi. Sudahkah kita membantu satu orang saja? Mungkin dengan membantu satu orang kita dapat menyelamatkan dunia.

(Bersambung)

Kalfa (Kaldera Fantasi) ialah komunitas pecinta fiksi fantasi. Hadir juga di http://www.facebook.com/groups/kalfa

{fin}

Author:

Suka menulis dan membaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s