Posted in Sosial Budaya

Vakansi

Setiap akhir pekan disambut dengan laju gembira bagi kaum pekerja dan pelajar. Momentum tersebut merupakan pemenuhan waktu untuk vakansi. Sejenak mengambil jarak dari rutinitas hari Senin-Jum’at. Mengerjakan berbagai hal yang dari Senin-Jum’at tak dapat terkerjakan. Menekuni hobi di durasi weekend atau sekedar bercengkrama dengan waktu. Bagaimana dengan weekend Anda? Apakah Anda merencanakan sejumlah panel kegiatan di weekend atau sekedar menjadikan akhir pekan mengalir saja seperti air?

Vakansi dibutuhkan oleh manusia. Untuk memberikan ruang bernapas dari kejemuan, kebosanan, tekanan. Ibarat lirik Sang Penghibur dari Band Padi berikut:Bukankah hidup adalah perhentian, tak harus kerja terus berlari, kuhelakan nafas panjang, tuk siap berlari kembali. Ada pengenduran ketegangan. Ada kesempatan untuk menampilkan warna diri yang lain. Vakansi juga dapat berarti sebagai terminal kontemplasi. Setelah dalam durasi 5 hari memutar tubuh dan pikiran dalam kewajiban, perlu kiranya untuk mengatur jarak sebentar, sembari berpikir mana-mana yang dapat diperbaiki. Kontemplasi penting kiranya sebagai bagian dari evaluasi. Jujur pada diri sendiri tentang segala salah dan kekeliruan.

Vakansi juga dapat memberikan tempo untuk melakukan variasi korelasi. Kerap terjadi kejemuan ketika dari Senin-Jum’at bertemu dengan radius orang yang itu-itu saja. Hari Sabtu dan Ahad dapat memberikan ruang untuk mengikuti kegiatan yang baru dan berbeda. Kegiatan yang baru dan berbeda tersebut akan mempertemukan dengan orang-orang baru yang selama ini tidak beririsan dengan radius persahabatan. Memperluas spektrum persahabatan akan bermanfaat kiranya untuk tidak menjadikan diri kita sebagai pribadi yang berada dalam tempurung dan putaran persahabatan yang itu-itu saja.

Vakansi dapat menjadi penyegar waktu dan kehidupan. Sehingga ketika menemui hari kerja telah terisi, penuh dan siap mengarungi pertarungan hidup. Saya percaya vakansi yang baik merupakan kombinasi antara perencanaan dan biarkan mengalir. Perencanaan, bisa dilakukan agar terdapat skema waktu dan biaya untuk mengisi waktu weekend. Sedangkan biarkan mengalir, dapat menjadikan vakansi hidup dengan unsur spontanitas. Anda pernah melihat film Yes Man yang dibintangi oleh Jim Carrey? Bagaimana Jim Carrey dapat begitu hidup karena keberaniannya untuk menembus limit ordinary. Melakukan segala sesuatu yang baru, berbeda, dapat memperkaya hidup dan melejitkan kreativitas.

Jadi bagaimana dengan vakansi Anda akhir pekan kemarin? Saya harap dapat mengisi ulang tenaga Anda, sehingga Anda dapat memulai hari Senin dengan semangat baru.

Author:

Suka menulis dan membaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s