Posted in Fiksi Fantasi, puisi, sastra

Kisah Negeri Dongeng

Selamat datang di ladang pembantaian
Disini bersemayam jiwa fantasi
Tempat putus kata para pemimpi

Dulu kita percaya pada kisah dongeng masa kecil
Dunia pernah warna-warni
Penuh warna
Hanya ada keindahan dan ketakjuban
Langit masih biru
Embun pagi masih dinanti

Dulu kita percaya pada warta ksatria dan putri
Masing-masing kita ingin menjadi sang protagonis

Kita percaya pada kebaikan
Kita percaya bahwa putih itu radius cahaya
Dan kita ingin berada dalam limpahan cahaya itu

Kita percaya pada kisah sederhana
Kebaikan akan berbuah manis
Kejahatan akan berujung nelangsa

Dan perlahan bertambahlah usia
Kita tumbuh atau membusuk?
Kisah negeri dongeng mulai tersamarkan
Konsep baik dan jahat kian terdistorsi
Hidup tidak hanya putih dan hitam
Ada abu-abu

Dunia tidak sederhana adanya
Tekanan menggumpal
Menggulung konsep dari cetakan dasar masa silam
Mempertanyakan segala nilai esensial yang pernah ada
Skeptisme hidup

Kita membangun ulang konsep dunia
Beberapa ide teruntuhkan
Beberapa ide dikubur dalam-dalam
Beberapa mimpi ternyata utopis absolut

Fantasi adalah eskapisme
Fantasi adalah racauan penghuni pulau utopis
Fantasi adalah ide usang dari masa lalu

Dengan tangan bersimbah tanah
Keringat berduyun-duyun
Melalui tangan sendiri
Selesai pula lahat
Tempat terakhir bagi satu kata,
Fantasi

(Terinspirasi Lagu Paramore: Brick By Boring Brick)

Kalfa (Kaldera Fantasi) ialah komunitas pecinta fiksi fantasi. Hadir juga di http://www.facebook.com/groups/kalfa

{fin}

Author:

Suka menulis dan membaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s