Posted in Edukasi, Fiksi Fantasi

24 Jam

Apakah anda pernah mendengar istilah 24 hour comics day? Secara sederhana definisi dari 24 hour comics day (HCD) ialah membuat 24 halaman komik dalam waktu 24 jam berturut-turut. Ide ngomik selama 24 jam berturut-turut digagas oleh Scott Mcloud pada awal 1990-an. Sejak itu sampai kini, makin banyak komikus yang tertantang dalam menyelesaikan 24 halaman komik dalam waktu 24 jam hingga tantangan ini menjadi semacam fenomena. Pada tahun 2007, 24 HCD dilaksanakan serempak di 18 negara, diikuti oleh lebih dari 1.200 peserta, dan menghasilkan lebih dari 20.000 halaman komik. 24 HCD berlangsung serempak di seluruh dunia setiap tanggal 1 Oktober.

Dalam 24 HCD, karya benar-benar harus dibuat dalam waktu 24 jam, mulai dari sketsa, cerita, hingga finishing. Benda-benda yang boleh dipersiapkan hanyalah kertas, alat-alat gambar, tempat, serta makanan dan minuman yang tidak langsung berpengaruh pada penggarapan komik tersebut. Halaman komiknya dibebaskan, baik dari ukuran atau format maupun materiil, juga peralatan gambarnya.

Ada dua variasi “gagal secara terhormat” menurut McCloud, yaitu gaiman variation, peserta terhenti saat waktu habis, meskipun jumlah halaman yang dibuatnya belum mencapai 24. Variasi kedua ialah eastman variation, peserta melanjutkan karyanya, meskipun waktu telah habis hingga selesai 24 halaman. Walaupun terdapat alternatif variasi penyelesaian serupa ini, para peserta 24 HCD diharapkan tetap memiliki niat teguh sejak awal untuk menyelesaikan 24 halaman komik dalam waktu 24 jam (Nanny, hal 3).

Kalau ada satu konklusi nilai yang dapat saya tarik dari 24 hour comics day, menurut hemat saya ialah keteguhan untuk menghasilkan karya. Karya merupakan bukti otentik dari kehadiran kita di bumi. Ada pepatah harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama, pepatah itu dapat terkonfirmasi bagi manusia dengan karya yang dihasilkan. Nama seorang dapat harum dan terus bergaung dengan sejumlah karyanya. Sebut saja John Lennon yang hingga kini karyanya ever green, tetap menarik dan memikat untuk ditafsirkan dalam berbagai definisi. John Lennon telah meninggal, namun karyanya masih tetap bertahan.

Karya dapat melintasi ruang dan waktu. Karya tidak sekedar bermanfaat bagi waktu kontemporer, tapi juga dapat memantulkan pengaruhnya di masa mendatang. Kesadaran dengan keberartian karya, dapat menjadi amunisi semangat bagi para kreator. Bagaimana dengan anda dan karya-karya Anda? Tertarikkah kiranya untuk menghasilkan karya yang dapat menjadi konsumsi bagi generasi selanjutnya?

Dalam berkarya menurut hemat saya perlu kiranya untuk bertarung dengan diri sendiri dan waktu. Event 24 hour comics day, menurut hemat saya merupakan momentum yang baik untuk berkarya sembari memenangkan pertarungan dengan diri sendiri dan waktu. Bagaimana filosofinya anda “memaksakan” diri 24 jam untuk menghasilkan karya 24 halaman komik, bukankah itu sebuah perjuangan? Anda “dipaksa” untuk berkarya dan tentu saja tantangan 24 HCD menurut saya akan menguji ketahanan dari masing-masing personal. Seberapa teguh dan kuat untuk menyelesaikan karya. Bertarung dengan segala suara-suara dari dalam diri untuk menyelesaikan karya.

Event 24 HCD menurut saya akan melelahkan bagi kreator, namun akan mendapatkan hasil yang tidak terduga serta impresi perasaan yang berlimpahan. Terus terang saya belum pernah mencoba 24 jam, membuat 24 halaman komik, karena saya belum memiliki kemampuan yang mumpuni dalam membuat komik. Namun, jika ide 24 HCD tersebut diparalelkan dengan dunia penulisan, saya pernah mengalaminya berkali-kali. Terutama ketika deadline penyerahan tulisan sudah semakin mendekat. Saya pernah sehari-semalam berfokus utama menyelesaikan tulisan dan cukup banyak dalam durasi 24 jam tersebut tulisan yang saya hasilkan. Ada 18 halaman baru yang berhasil saya tuntaskan dalam durasi 24 jam maraton mengerjakan tulisan tersebut.

Dan apa kiranya yang saya dapati dalam menulis maraton 24 jam tersebut. Kelelahan pasti, tenaga-kreativitas yang tertumpah juga ada, dan yang paling menyenangkan ialah sensasi rasa kepuasan. Kepuasan karena ada begitu banyak halaman yang dapat saya hasilkan ternyata jika fokus sehari-semalam menghasilkan karya. Seperti kemenangan personal melawan diri pribadi, dimana musuhku adalah Aku.

Jika Anda belum pernah mencoba membuat karya dalam durasi 24 jam, menurut hemat saya, anda perlu melakukannya. Tentunya rangkaian kata yang saya uraikan tak akan mampu menguraikan sensasi yang dihasilkan ketika anda telah mengarunginya. Ada kelelahan yang bercampur dengan kepuasan. Ada sebuah kesadaran bahwa ternyata diri pribadi dapat lebih hebat dan produktif lagi. Terkadang untuk berhasil, memaksakan diri untuk berkarya harus dilaksanakan. Sehari-semalam bergelut dengan karyanya di satu bilangan waktu, menurut hemat saya benar-benar worth it. Selamat mencoba dalam 24 jam berkarya spartan.

Kalfa (Kaldera Fantasi) ialah komunitas pecinta fiksi fantasi. Hadir juga di http://www.facebook.com/groups/kalfa

{fin}

Author:

Suka menulis dan membaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s