Posted in Edukasi, Sejarah, Sosial Budaya

Catatan Zaman

Apakah artinya waktu? Detik yang berdetak, kalender yang berganti. Tempat dan kesempatan dapat membuat kita memberikan definisi yang berbeda terhadap waktu. Berada di kota besar, menjadikan waktu seperti entitas yang selalu dicemeti. Ada instan disana-sini. Saling memaki ketika waktu personal terganggu porsinya. Berada di desa pertanian, berbeda kiranya. Musim menjadi definisinya. Kapan harus menanam, kapan harus menuai.

Era dapat menjelaskan semangat zaman yang ada. Coba telusuri tulisan di masa politik etis di Indonesia, di era Orde Lama, di era Orde Baru dan era reformasi. Ada perbedaan kiranya dari musim waktu yang berbeda tersebut. Ada era dan definisinya disana. Ejaan dan pilihan katanya pun berbeda. Kelugasan dalam menyampaikan pesan pun memiliki gaya yang berbeda. Zaman bukan sekedar penanda waktu yang kaku. Zaman telah membentuk manusia dan corak berpikirnya pula. Mereka yang hidup di beda era akan memiliki kesempatan untuk berbeda jalan pikiran. Dalam beberapa hal ini disebut konflik antar generasi.

Maka bersaksilah dan tuliskan catatan zaman. Dalam lingkup politik kita dapat mendapatinya dengan buku Wiranto:Bersaksi di tengah badai; buku Habibie:Detik-detik yang menentukan; Catatan Pinggir Goenawan Mohammad, Otobiografi Mohammad Hatta dan banyak lagi. Masing-masing kesaksian tersebut menyuarakan zamannya. Meski begitu gaungnya tidak hanya bergema pada dimensi kontemporer. Gaungnya dapat meresonansi hingga bilangan waktu kemudian. Sejumlah kesaksian tersebut akan tetap ever green ketika kita memaknai dari substansi cerita. Bukan sekedar mempartisinya dalam desimal waktu dan berkata,”Ah itu kan masa lalu. Beda dulu, beda sekarang.”

Catatan zaman adalah jejak. Bahwa pernah ada tindakan dan pemikiran. Catatan zaman adalah konfirmasi. Bahwa kemudian bisa dilakukan cross check mengenai benar kiranya tindakan yang dilakukan. Catatan zaman adalah monumen ingatan. Yang merekam dan merawat ingatan tentang segala apa yang terjadi. Catatan zaman adalah rekonstruksi sejarah. Dimana dari catatan tersebut kita dapat menemukan arsitektur, pergulatan pemikiran dan konflik yang terjadi.

Perpustakaan dapat menjadi tempat bagi segala rupa catatan zaman. Menyimpan, mendokumentasikan, menjadi tempat untuk memintal benang sejarah yang terus bergerak. Tentu saja kita tidak berharap perpustakaan itu menjadi ruang-ruang kosong melompong yang menjadi periferi dari kehidupan kekinian. Perpustakaan yang kesulitan untuk menyangga hidupnya. Perpustakaan yang dijaga oleh pegawai yang ngantuk dan membaca koran seharian dengan rasa bosan. Perpustakaan semestinya hidup, karena disanalah catatan zaman kemanusiaan bertebaran. Di perpustakaanlah kepingan-kepingan makna pembelajaran terdapati.

Teknologi pun dapat paralel untuk menopang perpustakaan. Baik dalam pencarian catatan zaman sehingga lebih memudahkan dan menghemat waktu. Perpustakaan juga dapat dilengkapi dengan data elektronik dan kebebasan berinternet yang memungkinkan selancar pengetahuan dapat laju derasnya. Dari pengalaman pribadi saya, memang tidak selamanya menyemutnya manusia di perpustakaan akan berkorelasi dengan upaya untuk menelusuri catatan zaman dan pengetahuan. Kemudahan internet di perpustakaan, tempat yang nyaman, merupakan alasan untuk selancar di media sosial seperti facebook dan twitter. Tapi meski begitu, paling tidak tempat kongkownya dekat dengan sumber ilmu dan siapa tahu di tengah kebosanan dengan media social berpaling pada khazanah yang terangkai dalam aksara buku.

Sekali lagi teknologi dapat menyokong kehadiran catatan zaman. Sebut saja dengan semakin aktifnya penggunaan blog oleh rakyat Indonesia. Blog dapat menjadi media untuk menumpahkan segala uneg-uneg, kisah hidup dan pemikiran. Meluasnya penggunaan blog dapat memperkaya variasi dari catatan zaman. Para penulis catatan zaman dapat lebih luas lagi spektrumnya. Tidak sekedar para ahli, wartawan, tokoh politik, orang-orang besar. Sejarah dapat dituliskan oleh ordinary people. Orang-orang yang teramat mungkin menjadi pihak yang tertindas dari kekuatan dominan.

Tentu saja warna tulisan, pilihan kata dari beragam variasi orang akan berbeda. Ada tingkat pengetahuan, gaya menulis, dan sebagainya yang menjadi distingsi. Catatan zaman merupakan entitas yang dapat berguna di dimensi waktu manapun. Catatan zaman dapat membawa kita pada sejarah. Melihat apa yang telah terjadi. Catatan zaman dapat bersifat kontemporer. Merekam segala yang sedang hangat terjadi dalam semangat kekinian. Catatan zaman dapat menjadi mekanisme untuk menyusun format masa depan.

Berapapun usia anda, apapun status sosial anda, anda memiliki hak untuk membuat catatan zaman. Membuat sejarah dengan versi anda sendiri. Ceritanya bisa darimana saja. Toh sejarah tak hanya disusun oleh orang-orang besar. Selamat mencatat dan menjadi pelaku aktif dari catatan zaman.

Author:

Suka menulis dan membaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s