Posted in Edukasi, Sejarah, Sosial Budaya

1 Tahun Ngeblog

Hujan, panas, pergantian musim, apa yang bisa ditangkap oleh titel berjudul satu tahun? 365 hari adalah cerita. Bukan sekedar limpahan waktu yang kosong tanpa pemaknaan. 1 tahun adalah sebuah perjalanan meniti hari, mengumpulkan repihan mozaik yang berguna kiranya. 1 tahun adalah rangkaian kisah yang termaktub dalam lembar demi lembarnya. Maka kali ini saya ingin menghaturkan syukur karena telah mencapai usia 1 tahun sejak pertama kali mempublikasikan tulisan melalui blog personal saya di alamat https://ardova.wordpress.com. Banyak kiranya asam garam yang telah dilalui dalam upaya untuk mengisi tulisan di blog personal saya tersebut.

Satu hal yang saya dapati ialah belajar. Belajar segala hal, mulai dari membaca, menulis, berteknologi, diseminasi gagasan. Saya belajar untuk membaca berbagai blog-blog lain yang inspiratif dan menarik. Mencoba menarik resume bagaimana kiranya untuk membuat blog yang baik. Pada beberapa hal saya membaca berbagai blog seperti milik Dewi Lestari, Ndoro Kakung, Raditya Dika sebagai studi komparasi untuk membuat blog. Dan dari muhibah di berbagai pembacaan blog tersebut saya mendapatkan satu benang merah yakni kekhasan. Ada karakter yang kuat dari para blogger tersebut. Setelah 1 tahun ngeblog, saya berharap telah memiliki karakter dalam penulisan, pemilihan ide dan pengangkatan tema.

Belajar dalam hal menulis. Melalui media blog, saya menemukan ruang baru untuk berbagi gagasan. Konsepnya antara personal dan publik. Ada kekhasan dan cita rasa yang ingin saya hadirkan untuk kemudian saya lemparkan tulisan ke publik. Bagi saya pembelajaran terbaik dari menulis ialah dengan menulis. Maka sedikit banyak melalui blog ini, saya melatih kepekaan saya menangkap rasa, memilih diksi, menimbulkan letupan enigma, menghasilkan performa tulisan yang stabil dan gurih dibaca. Untuk menulis, baru dalam kisaran minggu ini, saya mendapatkan ide untuk membuat koran personal.

Inti dari koran personal ini ialah saya mempublikasi tulisan setiap hari Senin-Jum’at melalui forum blog ini. Keputusan saya untuk membuat koran personal ialah untuk “memaksa” saya menulis. Saya percaya banyak kebaikan dan keberhasilan harus melalui proses “pemaksaan” pada awalnya untuk kemudian menjadi habbit, ritme dan akan menghasilkan pola hidup yang produktif. Maka koran personal itupun telah terbit mulai dari tiga minggu yang lalu secara stabil setiap kalinya dari hari Senin-Jum’at.

Pada minggu pertamanya, demi mengejar target publikasi tulisan setiap hari kerja tersebut, konsep mixed saya terapkan. Ada tulisan yang baru saya buat dan ada tulisan dari stok lama. Setelah satu minggu sukses, saya pun bersyukur dan bertekad untuk meningkatkan performa menulis saya. Maka saya beranikan dan tekadkan diri untuk setiap hari kerja tersebut mempublikasi tulisan baru di blog ini. Saya percaya ide tulisan, bahan tulisan, bisa datang darimana saja. Maka dalam dua minggu terakhir ini, lahirlah 10 tulisan baru. Dan saya pun bersyukur telah berhasil konstan melempar tulisan. Ajaibnya lagi ritme dalam tubuh saya kini seperti memiliki alarm personal untuk melemparkan tulisan setiap hari Senin-Jum’at.

Melalui blog ini saya belajar berteknologi. Terus terang teknologi dan saya sejauh ini bukanlah dua unsur yang saling lekat dan mendukung. Saya dan teknologi adalah konsep yang saling berseteru. Dalam beberapa hal, saya tidak menyukai segala kegaduhan dan sophisticated dari teknologi. Melalui blog, saya belajar sedikit banyak untuk lebih menangkupkan tangan persahabatan kepada teknologi. Akhirnya saya memahami bagaimana melakukan insert gambar, membagi tautan blog saya ini ke facebook dan rupa-rupa teknologi lainnya. Ternyata teknologi dapat mencerahkan pula.

Melalui blog ini saya melakukan diseminasi gagasan. Dengan menautkan link blog saya ini di facebook melalui profil, membagi tautan ke sejumlah komunitas, ataupun mengandalkan sistem wordpress, ide-ide dalam tulisan saya mengalami pengembaraan. Mengembara tidak sekedar mendekap dalam kepala saya, ataupun sekedar mengisi halaman-halaman sunyi di kertas atau laptop. Saya harap pengembaraan ide saya itu dapat menjadi tambahan amal dan inspirasi untuk hidup yang singkat ini.

Maka izinkan saya mengucapkan syukur atas satu tahun yang telah saya lalui bersama blog ini. 1 tahun dan 71 post yang telah saya gulirkan. Jika dikonversikan dalam rataan berarti setiap 5 hari saya mempublish 1 post. Tentu saja ke depannya saya akan mencoba untuk lebih memperbaiki lagi, baik dalam kuantitas dan kualitas tulisan. Kebetulan hari ini merupakan hari terakhir di kalender hijriah dan sekaligus menandai tahun baru Islam pada 1 Muharram 1433 Hijriah. Waktu dan lebih baik lagi, semoga itu terjadi pada saya dan anda. Tentunya saya ucapkan terima kasih pada anda dan orang-orang yang telah membaca larik-larik ide dari saya melalui blog ini. Terima kasih.

Author:

Suka menulis dan membaca

2 thoughts on “1 Tahun Ngeblog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s