Posted in Sosial Budaya, Teknologi

Hari Libur Internet

Pernahkah anda merasa internet seperti black hole? Sekuat anda melawan, berbagai upaya untuk menghindar, namun kembali tertarik pada “magnet” internet. Seperti bertekuk lutut, menyerah kalah pada teknologi yang satu ini. Kemutakhiran era tidak selalu serta merta menghadirkan segala yang positif. Setiap era selalu memiliki derajat permasalahan dan ragam dilema. Kali ini saya mengajukan satu usulan yakni hari libur internet. Hari libur internet ialah satu hari dalam seminggu benar-benar 100% tidak membuka internet. Sebelum saya mewacanakan usul hari libur internet, saya sendiri telah menerapkan hari libur internet. Biasanya saya meliburkan diri dari internet pada hari Sabtu dan Ahad.

Apa pentingnya hari libur internet? Ada beberapa mozaik manfaat yang dapat direguk dengan meliburkan diri dari internet. Berikut beberapa manfaatnya: anda bisa hidup tanpa internet, dapatkan waktu nyata, menghapus kecanduan internet, masih banyak keindahan dan kewajiban hidup.

# Anda bisa hidup tanpa internet

Asumsi modernitas dan setiap harinya anda harus terkoneksi dengan internet merupakan ide yang salah menurut hemat saya. Anda masih tetap bisa hidup kok, walau sehari saja tanpa berinternet. Kehidupan akan tetap berjalan dengan lajunya. Mungkin anda pernah mengalaminya, pergi ke daerah yang tidak mendapatkan layanan penuh internet. Alhasil terpisahlah anda seharian dari internet. Toh dalam hari itu anda bisa tetap survive. Sekali waktu meliburkan twitter, facebook, email. Memberikan jarak antara dunia maya dan dunia nyata.

# Waktu nyata

Ada istilah “Yang dekat menjadi jauh, yang jauh menjadi dekat”. Mari robohkan delusi teknologi. Robohkan tembok destruktifnya. Berikan waktu yang nyata pada orang-orang terdekat, bukan sekedar berada dalam satu ruang tapi berkelana ke dunia maya. Hadapi kenyataan kekinian. Jangan autis dan tidak peduli dengan apa yang terjadi di real time. Ilustrasi dari video klip Begitu Indah oleh Band Padi menurut saya begitu mengena dengan poin ini. Dikisahkan bagaimana begitu majunya teknologi sehingga sentuhan terhadap daun yang berguguran, bunga yang bermekaran dimungkinkan dengan teknologi. Namun, akhirnya personel Padi, memilih keluar dari segala tawaran teknologi tersebut, mereka keluar dan merasakan langsung bagaimana indahnya daun yang berguguran, bunga yang bermekaran.

Bagaimana kiranya dengan kita? Sedikit banyak internet telah menawarkan delusi keindahan dan persahabatan. Mari jenguk langsung keindahan dan persahabatan. Temui orang-orang terdekat anda dengan bertatap muka, tidak sekedar bersua via dunia maya. Lihat mata mereka, amati gesture mereka, tertawa dengan lepas. Hiduplah benar-benar dengan waktu nyata, berikan atensi pada kehidupan nyata dan orang yang ada di hadapan anda.

# Menghapus kecanduan internet

Dalam 24 jam, bisa jadi pola hidup manusia sekarang begitu terkait dengan internet. Rhenald Kasali memotretnya dengan menyatakan ketika bangun pagi yang pertama dicek ialah notisfikasi di facebook. Kehidupan manusia kontemporer bisa jadi dari bangun pagi hingga menjelang tidur selalu terkait dan terikat dengan internet. Bagaimana dengan anda? Internet bukan saja ketika pagi membuka mata dan malam menjelang tidur, melainkan menyita waktu-waktu di saat jam produktif kerja. Lama kelamaan kecanduan internet terjadi. Internet dan diri merupakan unsur yang tak dapat dipisahkan.

Hari libur internet bagi yang telah dalam fase kecanduan internet merupakan solusi untuk terbebas dari patologi tersebut. Bagi para pecandu internet akan timbul resistensi untuk menerapkan hari libur internet. Saran saya ialah tekadkan diri, kuatkan diri untuk melakukan hari libur internet. Ingat manfaat jika terlepas dari kecanduan internet, ingat tentang bagaimana internet telah membelenggu waktu dan membuat sejumlah pekerjaan terbengkalai. Melakukan hari libur internet berarti menginjeksikan habbit baru. Sebuah pola tradisi terjadi melalui serangkaian kegiatan berulang. Maka untuk menangkal racun kecanduan internet, harus melawannya dengan melakukan pembiasaan berlepas dari internet.

# Masih banyak keindahan dan kewajiban yang harus dipenuhi

Berselancar di internet dapat menyedot waktu dan atensi terhadap segala sesuatu. Nyatanya masih banyak keindahan yang ada di bumi ini. Dibanding mensearching data dan mengangankan suatu tempat, datang ke tempat tersebut lebih indah kiranya. Ada keindahan yang tak dapat didefinisikan dalam perjalanan. Dan kali ini anda punya privilege untuk menikmatinya personal, tanpa harus repot membaginya kepada khalayak. Satu potongan fragmen dalam film The Smurfs (2011) menggambarkan bagaimana ada keindahan yang terlewat. Sementara orang-orang sibuk dengan gadget, sibuk berselancar di dunia maya, Patrick (si tokoh utama) mendapatkan keindahan dari melihat bayi yang bermain dengan orang tuanya.

Seberapa banyak sebenarnya momen keindahan yang terlepas dari mata, padahal keindahan itu nyata adanya. Kita hanya perlu melihat dan sejenak menyisihkan internet. Hari libur internet juga memberi waktu bagi berbagai kewajiban yang belum terlaksana. Saya percaya kewajiban yang kita miliki lebih banyak dari waktu yang ada. Kewajiban dengan pekerjaan yang sekian lama tertunda, kewajiban untuk senantiasa belajar, kewajiban sebagai makhluk sosial, dan sebagainya. Mari putuskan koneksi internet sejenak dari diri kita dan penuhi segala kewajiban yang kita miliki.

Teknologi tidak selalu membantu. Teknologi dapat menjadi entitas yang menjerumuskan dalam kesia-siaan. Mari maknai waktu dan memberi arti pada waktu. Setujukah anda dengan satu hari dalam seminggu tidak berinternet?

Author:

Suka menulis dan membaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s