Posted in Essai, Sosial Budaya

Jeda

Di penghujung tahun, aroma vakansi telah mengglobal dimana-mana. Seperti nuansa yang menjadi koor semesta. Bagi pemakai kalender Masehi, maka inilah saat-saat penghabisan dari tahun 2011 dan bersiap menuju tahun 2012. Segala rupa persiapan telah disiapkan untuk menyambut akhir tahun dan resolusi di awal tahun 2012. Akhir tahun dan awal tahun juga beririsan dengan hari libur anak sekolah, sehingga kata liburan benar-benar semarak. Pusat-pusat magnet hiburan ramai dikunjungi oleh orang dari berbagai penjuru. Benar terasa kiranya bumi ini penuh dengan manusia ketika melihat kepadatan di sentral tempat-tempat liburan.

Liburan nyatanya memang dibutuhkan oleh manusia. Liburan merupakan mekanisme alami dari manusia. Liburan merupakan periode untuk mengambil jeda. Fase untuk mengistirahatkan sistem yang selama ini bekerja. Bahkan Allah Swt setiap harinya telah memperuntukkan tubuh kita untuk libur melalui tidur. Tidur boleh dibilang merupakan liburan bagi setiap orangnya. Setelah beraktivitas dan melakukan berbagai macam kegiatan, maka tidur merupakan mekanisme untuk memulihkan kembali kekuatan. Apa kiranya jika manusia dalam kesehariannya terus bablas bekerja dan menafikan tidur?

Komparasi manusia yang bablas bekerja dan menafikan tidur dapat dikomparasikan menjadi parameter bagi orang yang dalam seminggu bekerja terus-terusan. Tidur dan liburan sesungguhnya bukan pertanda kelemahan atau parameter kurang gigih bekerja. Tidur dan liburan merupakan saat yang dibutuhkan oleh manusia. Dalam contoh kasus yang saya alami, saya pernah mengalami persinggungan dengan para “pembenci tidur” dan “pembenci liburan”.

“Pembenci tidur” dulu pernah saya alami ketika diforsir tenaganya untuk mengerjakan serangkaian tugas organisasi. Walhasil mekanisme tubuh saya menjadi kacau dan kekacauan dalam mekanisme tubuh itu memiliki implikasi yang meluas. Saya benar-benar lelah dan muak ketika itu. Pembelajaran yang dapat diambil ialah sehebat apapun organisasi yang ingin anda gerakkan, anda perlu beristirahat dan menjaga mekanisme tubuh. Sesekali memforsir tenaga dengan mengurangi jatah tidur masih oke, tapi jika terus-terusan secara spartan melakukan kerja dengan tidur yang kurang, merupakan pola hidup yang keliru.

Sedangkan pada “pembenci liburan”, saya temui kasusnya ketika menyangkut salah satu fragmen pekerjaan. Berkorelasi dengan rekanan yang lain terkadang dapat begitu menyebalkan. Dan pada rekanan yang satu ini, menurut hemat saya agak sinting terkait dengan waktu. Segala sesuatunya ada waktu dan peruntukannya. Nyatanya hari Sabtu dan Minggu saya sempat tersita untuk menyelesaikan pekerjaan. Rupa-rupa-lah alasan yang diujarkan rekanan yang ini, mulai dari lebih cepat pekerjaan diselesaikan lebih baik, momentum, logika pertumbuhan, dan sebagainya.

Kalau ada pembelajaran yang dapat diambil dari kasus dengan “pembenci liburan” ialah uang tidak dapat membeli kebahagiaan. Terus terang saya melihat rekanan ini terlampau gaduh dan nyatanya dari uang yang didapatkannya gagal terkonversi menjadi kebahagiaan. Logikanya mungkin dapat dihubungkan dengan kegundahan orang-orang yang bekerja dengannya yang pada intinya sebal ketika waktu liburnya malah dilahap untuk menuntaskan pekerjaan. Dan jangan anda pikir kekuatan dari doa dan kekesalan itu lemah. Pada beberapa hal si “pembenci liburan” merupakan orang yang menzalimi orang lain. Dan para penzalim akan menemui ganjarannya.

Selamat menikmati liburan, semoga anda mendapatkan kesegaran dan sesuatu yang baru serta bermakna dari vakansi yang dijalani. Perjalanan hidup tak hanya harus bekerja dan bekerja. Hidup juga memerlukan jeda. Jeda itulah yang menjadi distingsi antara manusia dan robot. Bahkan mesin pun akan rusak dan membesar akumulasi penyusutannya jika terus diforsir dalam kerja tanpa jeda. Begitu juga dengan manusia. Bekerja dengan bermakna dan menimba liburan untuk mengisi celah-celah energi. Selamat ber-vakansi.

Author:

Suka menulis dan membaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s