Posted in Essai, Sosial Budaya

Tahun yang Baru

Kemana kiranya Anda pada malam pergantian tahun? Ikut merayakannya atau memaknainya secara biasa-biasa saja. Tahun yang baru kini telah tiba. Tahun 2012. Ada rupa-rupa prediksi dari tahun 2012 ini. Prediksinya pun beragam variannya mulai dari yang dikeluarkan pemerintah, pengamat, pecinta sepakbola, peramal, futurolog, dan sebagainya. Tahun 2012 juga diselubungi dengan kesan akhir dunia. Tentu saja dibunyikan idenya melalui berakhirnya kalender suku Maya yang jika dikonversi pada kalender Masehi akan berakhir pada 21 Desember 2012. Dalam sinema bioskop pula ditemui film 2012 yang mewartakan bencana global yang terjadi. Meski begitu dalam film 2012 tersebut, dunia dan manusia pada akhirnya masih selamat.

Tahun yang baru umumnya ditaburi dengan rangkaian resolusi baru. Pada beberapa hal ada kebencian pada sejumlah kegagalan pada tahun yang telah berlalu. Tahun yang baru ialah lembaran baru bagi perwujudan mimpi dan harapan. Maka coba tanya secara random, maka awal tahun baru saya percaya ialah era musim semi dari berbagai macam harapan di setiap orang. Ada semacam resolusi global yang terjadi. Lalu bagaimana kiranya ketika waktu telah menunjukkan pada 31 Desember 2012? Akankah kita mengutuk tahun 2012 sebagai tahun yang penuh dengan lembaran duka dan kegagalan?

Terus terang saya tidak tahu jawabnya apa yang akan terjadi kemudian. Saya hanya ingin menggaris bawahi bahwasanya harapan memiliki wajah delusi. Harapan dapat mengempiskan permaknaan terhadap apa yang sesungguhnya telah dicapai. Harapan dapat memudarkan rasa syukur dan terima kasih. Tentu saja tidak semua harapan buruk, namun harapan juga dapat mengelabui manusia. Berhati-hatilah pada harapanmu. Maka ketika tiba di resolusi awal tahun baru ini hendak kiranya untuk memilah dan memilih harapan. Jangan sampai harapan itu nantinya menjerumuskan ke dalam pusaran keburukan.

Contohnya ialah harapan untuk menjadi kaya. Lalu untuk mewujudkannya dengan short cut via korupsi, kolusi, nepotisme. Hal tersebut tentunya bukan jalan yang benar. Atau jalan yang ditempuh dengan melecut orang lain dengan semena-mena sebagai sekrup lumbung penghasil kekayaan. Harapan untuk menjadi kaya merupakan sesuatu yang baik. Namun cara untuk menggapainya juga harus melalui jalan yang baik.

Harapan dapat mengempiskan pemaknaan terhadap apa yang sesungguhnya telah dicapai. Ini bisa terjadi jika parameter yang digunakan untuk menimbang das sein dan das sollen tidak jernih. Umumnya memang ada disparitas antara das sein dan das sollen, namun jangan remehkan apa yang telah dicapai. Pencapaian selayaknya diberikan apresiasi, disyukuri. Contoh kasus ialah harapan mendapatkan pekerjaan dengan pemasukan lima juta sebulan, lalu pada realitanya setelah melamar pekerjaan disana-sini akhirnya mendapat pekerjaan dengan gaji dua juta sebulan. Memang ada disparitas pendapatan dari harapan, tapi perlu digaris semangati bahwa harapan untuk mendapat pekerjaan telah tergapai.

Hal semacam itu ibaratnya melihat gelas yang berisikan separuh air. Apakah akan dimaknai sebagai separuh terisi atau separuh kosong? Mereka yang selalu merasa dahaga dan separuh kosong akan abai dengan rasa syukur serta arti dari pencapaian yang telah dicapai. Memiliki obsesi untuk lebih baik tentu saja baik, tapi mensyukuri apa yang ada sekarang juga penting. Jadilah hamba yang selalu bersyukur seperti dititahkan oleh Allah Swt, maka akan ditambahkan nikmat dari Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

Mengetahui harapan merupakan sesuatu yang penting. Bos saya dalam salah satu rapat, menyatakan dalam doa-doa keseharian kita harus mampu mendefinisikan apa-apa saja harapan kita. Bagaimana mungkin Allah Swt akan mengabulkan doa kita jika kita tidak tahu apa yang kita inginkan. Rupanya menarasikan harapan merupakan sesuatu yang esensial. Menuliskan harapan menurut hemat saya penting sebagai panduan melangkah serta penyemangat akan apa yang ingin dicapai. Menuliskan harapan juga menjadi pengingat ketika jemu dan lelah tengah menghinggapi perjalanan meraih mimpi.

Jika harapan yang ada sekarang masih terlalu bersifat makro, anda dapat menurunkan dalam pecahan mikro dan bagaimana cara mencapainya. Rancangan harapan seperti kompas dan peta yang akan menuntun dalam keseharian, mingguan, bulanan. Rancangan harapan akan menjadi penjelas mengapa kita harus menghentikan sejumlah kebiasaan yang nyatanya tidak konstruktif bagi upaya pencapaian harapan. Rancangan harapan juga akan membuat sejumlah pengorbanan yang dilakukan menjadi berdasar dan perlu.

Mumpung hari masih baru di tahun 2012, susun dan pilah harapan yang ada. Tentu menjadikan harapan menjadi kenyataan adalah sebuah pencapaian yang ingin direngkuh. Harapan merupakan kata yang dapat menjelaskan perbaikan dan inovasi. Maka dalam mitologi Yunani mengenai kotak pandora menarik kiranya untuk menjadi pembelajaran. Konon dalam kotak pandora masih tersisa satu roh yang tetap tinggal. Sementara itu berbagai permasalahan telah menyebar di bumi seiring dengan dibukanya kotak pandora. Dan tahukah anda apakah roh yang masih bertahan di dalam kotak pandora itu? Roh itu adalah harapan. Elpis (roh harapan) tidak mau meninggalkan umat manusia. Harapan tidak pergi jika tidak diberi izin. Dia hanya bisa dilepaskan oleh anak manusia (Rick Riordan, Percy Jackson & The Olympians- The Last Olympian: hlm 270). Sepanjang harapan masih ada di diri manusia maka masih ada kesempatan untuk hidup yang lebih baik.

Selamat memetakan harapan. Semoga rangkaian harapan yang ada tiada menjadi delusi dan mengelabui Anda. Dan saya percaya setiap dari harapan untuk mewujud harus ditempuh dengan perjuangan.

Author:

Suka menulis dan membaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s