Posted in Uncategorized

BADUT

Kamu masih saja menyanyi, meski lampu telah temaram
Kamu masih saja menari, walau penonton telah disergap jemu
Kamu tetap saja berpantun, sekalipun kata-katamu telah ludes daya pikatnya
Kenapa sih kamu tidak mengerti juga?

Lalu kamu berpidato panjang x lebar tanpa substansi
Lalu kamu mengotak-atik statistik menjadikannya rubik muram
Lalu kamu mengaduk-aduk angka mengkreasi ilusi pembangunan
Dan kamu berdiri di pencakar langit sana
Sementara kawulamu tenggelam dilahap konsesi subsidi recehan

Kamu juga pandai mendongeng
Tentang sejarah bangsa
Perihal “Kamu yang Perkasa”

Kata Thomas Carlyle: Sejarah adalah milik orang-orang besar
Tapi apakah kamu “Orang Besar” ?
Atau lebih tepat kukatakan kamu “Orang yang Merasa Besar”

Dan inner circle dirimu tak lebih dari para pragmatis cari selamat
Yang terus koorkan pujian dan sanjung kata
Yang jadikan indeks, angka, kurva, kesemuanya delusi menjadi cermin penggembung

Kamu masih saja berluberan kata
Tersenyum sana sini
Bahkan hotel prodeo kausulap
Menjadi kastil tempatmu berjarak dengan timbangan keadilan

Hari ini A terbelit kasus
Esok lusa B tertimpa kasus hangat
Ssst…Sesama Badut janganlah saling berisik
Sesama Badut punya kartu truf
Truf sebagai penukar konsesi tipu-tipu politik

Author:

Suka menulis dan membaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s