Posted in puisi, sastra

Tempat Peristirahatan Semesta

Mari kita mengenangkan luka yang datang terlambat
Tentang cinta yang terlewat

Samar-samar kulihat dia dalam ingatan
Samar-samar kudekap dia dalam memori yang terluka

Cinta seharusnya indah
Cinta seharusnya bunga

Tapi berapa banyak hal seharusnya, yang nyatanya tiada terjadi
Ada jembatan,
Tiada terlihat namun eksis adanya,
Memisahkan nyata dan obsesi

Mari kita memucatkan tawa yang pernah singgah
Kini duri
Kini sepi
Kini sendiri

Kurangkaikan bunga dalam perahu kertas
Ke tempat peristirahatan semesta,
Samudera

Author:

Suka menulis dan membaca

2 thoughts on “Tempat Peristirahatan Semesta

  1. Setelah terhempas, semoga seharusnya indah segera datang. Walau kenyataan tak seindah impian, laksana angin yang menerbangkan kapas, biarlah ianya tetap ringan.
    Salam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s