Posted in Kertas 60

Hari Kedua (2) – Musuhku Adalah Aku

Ada perang yang sesungguhnya terjadi. Setiap kali dalam momentum kurva kehidupan. Pertarungan melawan diri sendiri. Seorang pemenang mula-mula tak hanya sekedar memenangkan pertarungan dengan rival dan kompetitornya. Seorang pemenang harus memenangkan pertarungan internal dirinya. Memenangkan Aku. Musuhku adalah Aku. Sejauh mana suatu tulisan dapat memprovokasi dan mengilhami? Beberapa hari yang lalu saya menelusuri tentang jurnal Dewi Lestari dalam upayanya membuat novel Perahu Kertas. Sebuah jurnal 55 hari tentang hikayat cerita di balik dapur pembuatan novel Perahu Kertas.

Novel Perahu Kertas sendiri menurut hemat saya merupakan salah satu buku terbaik yang pernah saya baca. Ada semacam kesulitan untuk berhenti ketika membaca novel Perahu Kertas. Dan itu menjadi sinyalemen bahwa novel itu telah berhasil membangun ikatan dan chemistry yang luar biasa. Jurnal 55 hari oleh Dewi Lestari itu terus terang memprovokasi, menginspirasi untuk menuntaskan novel personal saya. Berapa kiranya rancangan awal novel yang telah saya buat? Sekurangnya ada 7 bibit novel yang telah saya mulai penulisannya. Namun bibit itu masih berupa halaman-halaman yang sekian lama terlunta dan beberapa terlupakan konsepnya.

Saya percaya bahwa hidup harus mengalami sejumlah agregasi dan variasi. Pada beberapa hal saya patut bersyukur telah merampungkan beberapa kerja penulisan menjadi buku. Ada buku Api Nasionalisme Kaum Muda dimana saya menjadi editornya dan telah hadir dalam format cetak. Ada antologi puisi Kaldera dimana saya mendapatkan ajakan, tawaran, tantangan, dari bung Rendi untuk mengabadikan karya personal dalam bentuk format buku. Saya bersyukur pada dua pencapaian itu. Meski begitu hidup harus penuh dengan penaklukan-penaklukan baru. Dan inilah medan penaklukan saya berikutnya:membuat novel.

Ke depannya, hari per hari akan saya tuliskan insya Allah hingga hari ke 60 tentang proses dari kreasi rencananya novel pertama. Saya harap sidang pembaca dapat mengambil manfaat dari Kertas 60 ini. Berapa halaman yang telah saya buat untuk novel tantangan ini? Sekurangnya saya telah memiliki lumbung 5 halaman, dan sekarang masih hari kedua. Ada panel yang jelas ke depannya yakni pengerjaan novel minimal 75 halaman, waktu tempuh 60 hari. Menulis adalah menaklukkan diri sendiri. Bagaimana menurut Anda?

Author:

Suka menulis dan membaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s