Posted in Kertas 60

Hari Ketiga (3) – Viva Deadline

Yap sudah hari ketiga dari total durasi 60 hari untuk pengerjaan tantangan novel hingga selesai bin usai. Sudah berapa halaman baru yang saya buat? Zero. Kalau mau berapologi, pada hari pertama ada keharusan untuk menyelesaikan deadline pekerjaan kantor. Jadilah waktu penulisan saya terfokus pada penyelesaian pekerjaan kantor. Pada hari kedua, masih pada pekerjaan penulisan pekerjaan formal saya. Bahkan saya secara maraton mulai menulis dari jam 2 pagi hingga jam setengah 9 pagi. Dan ternyata klien penulisan menggeser janji temu. Agak melegakan tentu saja, karena praktis ada waktu lebih untuk mempercantik, mengedit dan mengendapkan ide. Sebenarnya ada waktu lumayan panjang untuk mulai menulis proyek novel kembali, namun akumulasi kelelahan spartan menulis dan sedikit bermanja-manja dengan waktu membawa pada satu konklusi:belum ada tambahan halaman baru.

Disiplin dalam menulis dan berkreasi menurut hemat saya juga memantik pertanyaan, “mungkinkah disiplin bersanding dengan kreativitas?” Sepanjang pengalaman personal saya, ada fluktuasi dalam menulis. Kadangkala ada tambahan menghebat dalam penulisan, kadangkala menyurut. Lalu saya menemukan konsep disiplin dan kreativitas dalam buku Cerita Di Balik Dapur Tempo. Seberapa konsisten dan disiplin dalam menghasilkan kreativitas? Nyatanya dapat dilihat dari Catatan Pinggir Goenawan Mohamad yang stabil menyapa pembaca setiap minggunya selama 40 tahun. Rupanya salah satu kuncinya ialah deadline. Goenawan Mohamad dapat stabil memproduksi kreativitas dengan menerapkan deadline.

Deadline juga yang kerap menyelamatkan saya dari sejumlah keharusan menulis. Dulu sewaktu mahasiswa, sekarang ketika bekerja. Deadline merupakan kata yang berada di kutub kebencian, gairah, keharusan. Ketika mahasiswa, deadline terkait dengan penyerahan paper, ujian-ujian. Dan terkadang ketika menyerahkan paper masih hot from the oven. Dalam dunia kerja, deadline juga teramat membantu untuk memadatkan waktu menjadi karya dan uang. Mungkin jika tak ada deadline segala pekerjaan saya akan tercecer dan tak terselesaikan. Maka ketika tantangan novel ini terjadi, nuansa deadline itulah saya percaya akan mampu mengkreasi dan “memaksa” saya untuk menyelesaikan novel kali ini.

Dari deadline, banyak kehidupan karya yang termaktub. Viva deadline dan terima kasih atas segalanya.

Author:

Suka menulis dan membaca

2 thoughts on “Hari Ketiga (3) – Viva Deadline

  1. Nice, terkadang deadline seperti hantu yang mengejar-ngejar, tapi dengan deadline lumayan bisa membantu merapikan waktu menulis, tidak hanya tergantung pada moody saja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s