Posted in Kertas 60

Hari Kedua Puluh Satu (21) – Libur Menulis

Kemarin seharian saya libur secara resmi menulis. Menulis dalam artian membuat essai, puisi, cerpen ataupun novel. Saya hanya sekedar mencatat lintasan ide cerita yang bertebaran, menulis quotes-quotes menarik dari apa yang saya baca. Mengapa seharian libur menulis? Jenuh, itulah yang dapat saya ungkapkan. Pada beberapa tikungan kesempatan saya merasa menulis sudah tidak merupakan pembebasan dan kemerdekaan lagi. Ada tumpukan pekerjaan yang menanti saya untuk menuliskan menyelesaikannya. Ada logika pertumbuhan perusahaan. Ada banyak mimpi personal saya, baik itu di bidang puisi, cerpen, novel, dan essai. Dan segala lini yang berawal dari hulu yang sama:menulis.

Maka saya mengambil jeda sesaat. Disamping itu saya perlu untuk menguatkan bahan bacaan yang saya baca. Pada hari kerja, ada dahaga dengan bacaan demi bacaan yang belum sempat saya sentuh. Maka hari Sabtu kemarin saya berpesta pora dengan bacaan. Ada 9 buku yang saya baca, ditambah membaca koran. Ternyata libur satu hari menimbulkan kegatalan untuk menulis. Ada ritme yang rupanya telah inheren dengan diri saya:menulis. Ada gedoran-gedoran pikiran yang harus dituangkan dalam bentuk literasi. Maka menulislah kembali saya. Dengan tenaga yang lebih bersemangat. Dengan gairah yang lebih nyata. Dan semoga dengan sihir yang dapat memikat.

Rehat dari menulis sejenak membuat saya tidak seperti mesin-mesin dalam pabrik. Tidak seperti si pengolah kata yang dengan dingin dan kaku menghasilkan tulisan dalam jumlah sekian banyak. Titik jenuh dan kebosanan merupakan sesuatu yang manusiawi. Itulah kiranya yang menjadikan manusia dapat mengejutkan dan menghasilkan kreasi-kreasi yang tidak monoton. Bagaimana dengan Anda? Apakah perlu sejenak mengambil liburan sehari tanpa menulis? Ataukah sebenarnya menulis merupakan kelangkaan, anomali bagi Anda?

Jeda sejenak memberikan ruang bagi kreativitas kata. Agar tidak terjebak pada pola yang sama dan terus menerus. Menulis dengan itu dan itu lagi. Sudut dan perspektif yang sama dan sama lagi. Sehingga mudah ditebak, tidak enigmatik. Kini dengan libur seharian kemarin, pundi-pundi semangat saya untuk terjun berjibaku dengan kata telah menguat. Sebelumnya saya ingin kembali menulis beberapa essai untuk rubrik blogger dan Kaldera Fantasi yang telah beberapa hari tidak saya isi. Ada semacam kerinduan untuk menulis essai baik untuk blogger dan Kaldera Fantasi. Tetap asah penamu…

Author:

Suka menulis dan membaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s