Posted in puisi, sastra

Teronggok Kelabu

Jika tuan mencari sunyi
Bisu tanpa suara
Hanya luka sepanjang nadi
Bilur biru menggerogoti jiwa

Tak semuanya dapat terkatakan
Tak segalanya dapat terjelaskan
Lewat kata
Melalui udara

Ruang-ruang yang meletih
Penantian yang jemu
Cul de sac sepanjang detak
Akankah berakhir keterputusan lingkar ini?

Ah..muakku dengan topeng kata-kata
Yang disundut,
Yang mendapatkan lampu sorot
Si hipokrit dengan perut berdesakannya

Sunyi selalu punya cerita di balik kata
Semacam raison d’ etre
Terpendam berdebu
Teronggok kelabu

Jam pasir
Monumen waktu
Selamatkan aku dari ketololan si hipokrit

Author:

Suka menulis dan membaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s