Posted in puisi, sastra

Perih Menyulamkan Kubah di Jiwa

Bisikkan satu-satu kata penghabisanmu
Terang yang tercabut
Hanya jalan buntu membentang di hadapanmu
Akhir dari dunia sunyimu

Kau tanya mengapa?
Kau tanya kenapa?
Tanyamu mati
Henti di lidah yang tercekat

Nelangsa dan nelangsa ..
Perih menyuram
Perih menyulamkan kubah di jiwa
Jiwa sekarat dalam pengasingan kata

Usai sudah
Sudah usai.

Author:

Suka menulis dan membaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s