Posted in Essai, Fiksi Fantasi, Komik

Peran Manga Jepang (1)

Bab I. Pendahuluan

I.1. Latar Belakang Masalah

Negara Jepang terdiri dari banyak pulau, tapi di zaman es dulu sebagian pulau-pulaunya masih bersatu dengan daratan Korea dan Siberia (Rusia) sekarang. Hal yang menarik adalah Jepang baru ‘muncul’ dalam catatan sejarah pada tahun 57 Masehi ketika pertama kali disebutkan dalam catatan sejarah bangsa Cina. Jepang sendiri baru mulai menulis sejarah mereka sekitar tahun 600-700 M dengan adanya bukti sejarah Kojiki (Record of Ancient Matters) dan Nihongi (Chronicles of Japan), tapi kedua catatan ini cenderung dipengaruhi berbagai legenda seperti kepercayaan bahwa orang-orang Jepang lahir langsung dari dewa-dewa mereka (Wajah Jepang Dewasa Ini, 1996).

Berdasarkan penelitian, nenek moyang orang Jepang yang sekarang dari daratan Cina. Tetapi sebelum mereka datang, sebenarnya sudah ada orang-orang yang menghuni kepulauan Jepang sejak tahun 30.000 sebelum Masehi. Baru sekitar tahun 13000 SM ada kebudayaan yang dapat dicirikan sebagai titik awal zaman pra sejarah Jepang, yaitu Jomon. Nama Jomon diambil dari sebutan untuk motif tembikar yang dibuat orang- orang pada zaman itu. Ciri khas kehidupan orang Jomon adalah berburu, menangkap ikan dan mengumpulkan bahan makanan mereka, tetapi mereka lebih maju dalam hal membuat tembikar bermotif yang dicetak menggunakan tali. Mereka hidup berkelompok dan lama-kelamaan membentuk desa primitif.

Jepang adalah sebuah negara kepulauan di Samudera Pasifik, lepas pantai Asia Timur. Negara-negara yang letaknya paling dekat dengan Jepang adalah Rusia, RRC dan Republik Korea. Negeri Jepang terdiri dari lebih dari 6.800 pulau. Kebanyakan pulau tersebut sangat kecil: hanya 340 yang luasnya lebih dari 1 km2. Empat pulau mencakup 96 % dari negeri ini, yakni Hokkaido, Honshu, Shikoku, dan Kyushu. Areal daratan seluruh Jepang luasnya hampir 378.000 km2, atau sekitar sebesar Finlandia seluas 338.000 km2, atau Paraguay seluas 406.000 km2. Kepulauan Jepang membentang sebagai garis kurva yang tipis sepanjang 3.500 km. Sebagai perbandingan, Australia mempunyai luas total 7.710.000 km2, Madagskar 594.000 km2, Kerajaan Inggris 244.000 km2, dan AS 9.370.000 km2.

I.2. Permasalahan
Rakyat Jepang berasal dari berbagai tempat. Rakyat dari daratan Asia dahulu kala datang dan tinggal bersama kaum pribumi di pulau-pulau Jepang serta pulau-pulau Pasifik yang berdekatan. Kemudian para pendatang dari Cina dan Korea membuat pengaruh terhadap bahasa dan budaya. Setiap kawasan mempunyai adat istiadat, festival, cerita rakyat serta makanan khas masing-masing. Misalnya rakyat di kawasan Kanto termasuk Tokyo kerap makan natto, yang mirip tempe/tauco, sementara rakyat kawasan Kansai yang meliputi Osaka menyantap natto hanya sesekali saja. Setiap kawasan mempunyai dialek tersendiri; kata dan ungkapan berlainan dari satu tempat ke tempat lainnya (Wajah Jepang Dewasa Ini, 1996).

Jepang menjalankan sistem pemerintahan yang demokratis. Semua warga negara yang sudah dewasa berhak memberikan suara dan mencalonkan diri dalam pemilihan nasional dan pemilihan di daerah.

Bab. II. Pembahasan

Manga berarti komik Jepang. Jika kita melihat realitas yang ada di masyarakat dunia, kita tidak bisa melepaskannya dari adanya peran manga Jepang. Seperti teori melipat dunia yang dikemukakan oleh Mccluhan, maka apa yang terjadi hari ini dapat diketahui dengan cepat di belahan dunia lain. Maka peran manga Jepang cukup mempengaruhi dan memberikan sosialisasi nilai yang ada di masyarakat. Peran manga dapat menjadi dualisme peran di satu sisi dapat memberikan perbaikan, hal ini apabila memberikan nilai yang positif dan di sisi lain dapat memberikan destruksi manakala membawa nilai yang buruk.

Berikut ini akan saya tuturkan, berbagai macam jenis manga yang ada (Animonster, Volume 53, Agustus 2003), yaitu:

1. Manga jenis detektif
Tema cerita detektif sudah digunakan sejak dulu dalam buku, film, drama radio dan tentu saja anime dan manga. Kisah detektif klasik dunia mungkin akan mengingatkan kita pada Sherlock Holmes karya Sir Arthur Conan Doyle dari daratan Inggris. Juga pada tokoh- tokoh detektif rekaan Sang Ratu Misteri, Agatha Christie, seperti Hercule Poirot dan Miss Marple. Selain itu banyak sekali tokoh detektif lain yang kita kenal seperti Trio Detektif ciptaan Alfred Hitchock, Detektif Colombo, bahkan tokoh dalam kisah Cina Klasik Judge Bao, sang Hakim Bijak yang sering memecahkan kasus-kasus pelik.

Mengapa tema detektif disukai dan mempunyai banyak penggemar fanatik? Pada dasarnya, Manusia menyukai apa yang tidak dapat ia pahami. Manusia akan selalu berusaha memahami dan mencari jawaban dari hal-hal yang menjadi misteri di sekelilingnya. Kita dikaruniai akal budi dan pemikiran yang selalu berkembang. Dengan mempertanyakan sesuatu hal, kita akan tertantang untuk mencari jawabannya, dan bila kita sudah menemukan jawaban maka wawasan dan pandangan kita terhadap sesuatu itu akan diperbaharui. Kita berkembang, itulah manusia.

Dalam kisah-kisah detektif, sang detektif akan dihadapkan pada suatu misteri, yang akan membuatnya bertanya: mengapa? Bagaimana? Kapan? Dan rangkaian pertanyaan lainnya. Lalu dengan menggunakan kemampuan berpikir dan logika, ia akan berusaha memperoleh jawaban tersebut. Sulitkah? Tentunya bila kita melihat gaya Conan, semuanya terlihat mudah dipecahkan dan semuanya bisa terpikirkan oleh Conan. Sebenarnya untuk mencari jawaban dari sebuah misteri, kita harus mengumpulkan semua informasi yang bisa kita peroleh, baik berupa hard evidence (bukti nyata), motif, keterangan saksi, dan lain-lain. Dari semua itu kita baru bisa merangkai semuanya itu menjadi sesuatu yang logis. Kesemuanya itu dalam proses logika disebut deduksi. Deduksi adalah proses penyimpulan sesuatu masalah secara spesifik berdasarkan sejumlah hal yang bersifat umum. Ya seperti yang sering dilakukan Conan. Berdasarkan bukti-bukti yang ia kumpulkan, ia merekontruksi seluruh kejadian di dalam otaknya sehingga ia bisa tahu apa yang sebenarnya terjadi. Seorang detektif yang baik perlu memiliki cara berpikir deduksi yang baik. Tentu saja bukan hanya itu. Menguasai pengetahuan umum, naluri yang bagus dan berpikir cepat pun akan membuat diri kamu menjadi detektif yang baik.

Tema cerita detektif sudah banyak divariasikan dengan berbagai unsur: horor, komedi, action, drama, dan lain-lain. Tak lekang oleh waktu, tema itu tetap menarik bagi semua kalangan usia hingga kini. Tentu saja setiap cerita memiliki target pembaca atau penonton yang berbeda sesuai dengan isinya. Karena misteri sering menampilkan korban pembunuhan, mungkin beberapa adegan tampak terlalu berdarah dan sadis untuk anak-anak. Juga isi cerita yang butuh pemikiran mungkin lebih cocok untuk remaja dan dewasa. Cerita untuk anak-anak seperti Himitsu Keisatsu Holmes tentu saja bebas dari unsur-unsur kekerasan yang berlebihan, tapi Meitantei Conan yang bisa dibilang menarik bagi anak-anak pun sebenarnya harus diberi rating 13+. Hal positif yang bisa ditarik dari cerita detektif adalah melatih diri kita untuk tidak berhenti belajar dan menambah pengetahuan, berpikir cermat dan menjadi analis yang baik. Bahkan ada orang tua yang mengaku bahwa komik Meitantei Conan yang dibaca anaknya yang duduk di bangku SD berpengaruh baik karena memberi banyak pengetahuan tentang cara berpikir dan memecahkan teka-teki. Hal lainnya adalah kita juga bisa belajar untuk bekerja dalam tim, di mana masing- masing orang menyumbangkan kelebihannya untuk memecahkan misteri bersama-sama. Apakah kamu berminat untuk menjadi detektif? Tidak perlu memakai mantel, berpipa cangklong atau membawa kaca pembesar kok, perluaslah pengetahuan, jadilah pengamat yang baik dan kamu juga bisa berlatih dengan membuat soal-soal matematika. Bila kita mampu menyelesaikan soal matematika yang rumit, kita juga mengasah kemampuan otak kita untuk mencari jawaban dari suatu kasus.

(Bersambung)

Kalfa (Kaldera Fantasi) merupakan komunitas dengan titik fokus pada fiksi fantasi. Ada beberapa distrik yang kami coba jelajahi yakni: Buku-Film-Games-Japan/Anime-Komik.

Hadir juga di http://www.facebook.com/groups/kalfa

{fin}

Author:

Suka menulis dan membaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s