Posted in Essai, Sepakbola

Menuju Gelar ke-20

Closer and closer, begitulah kiranya yang didengungkan oleh komentator pertandingan Blackburn Rovers melawan Manchester United ketika waktu telah menunjukkan 90 menit. Kemenangan dengan selisih dua gol yang diperoleh Manchester United semakin mendekatkan titel Liga Inggris menuju pencapaian yang kedua puluh (20). Kini Setan Merah berjarak 5 poin dari rival sekotanya Manchester City. Dengan 7 pertandingan yang masih tersisa, secara matematis memang masih memungkinkan terjadi pergeseran posisi di pucuk klasemen. Namun sulit untuk disingkirkan bahwa trend Manchester United ketika telah berada di pole position dalam perburuan gelar sukar untuk dilengserkan dari tahta pemuncak.

Mentalitas kuat kembali diperlihatkan oleh tim besutan Sir Alex Ferguson ketika melawat ke tim yang sempat menjungkalkan Manchester United di Old Trafford pada 31 Desember 2011 dengan skor 3-2. Bertanding tandang dengan kesadaran bahwa jika memenangkan pertandingan, maka jarak akan semakin lebar dengan kompetitornya, Manchester United tampil dominan dalam penguasaan bola. Meski dominan dalam ball possesion, Manchester United tercatat kurang optimal dalam memanfaatkan dan menciptakan peluang. Dua peluang emas dari Javier “Chicharito” Hernandez tidak menemui hasil akhir yang memuaskan. Satu peluang terbuang, ketika Chicharito menendang melebar dari sisi gawang. Sedangkan peluang kedua, sepakan pemain muda Meksiko tersebut setelah sempat membentur tiang gawang, berhasil diselamatkan oleh Paul Robinson sebelum melewati garis gawang.

Blackburn Rovers sendiri yang sedang berjuang untuk tidak terlempar ke zona degradasi lebih banyak bertahan dan menunggu. Melalui serangan balik, ataupun serangan sederhana, tim yang pernah merengkuh gelar Liga Inggris pada tahun 1995 ini mengancam gawang David De Gea. David De Gea harus terbang dan berjibaku untuk menyelamatkan gawangnya tetap clean dari tendangan Hoilett dan tandukan Hanley. Skor kacamata pun menutup akhir babak pertama.

Pada babak kedua, Manchester United tetap dominan dalam ball possesion dan menyerang lini pertahanan Blackburn. Sedangkan Blackburn pada babak kedua praktis tidak dapat begitu mengancam gawang Setan Merah seperti pada babak pertama. Manchester United mencatatkan peluang melalui tendangan bebas yang diambil oleh Wayne Rooney, namun dapat dimentahkan oleh Robinson. Tendangan dari bek sayap Rafael Da Silva juga berhasil diselamatkan oleh kiper yang sempat menjadi pilihan pertama skuat Three Lions tersebut.

Menghadapi kebuntuan dalam menjebol jala lawan, Sir Alex yang telah menukangi Manchester United semenjak tahun 1986 melakukan perubahan. Chicharito digantikan Welbeck, dan Phil Jones yang alumnus Blacburn Rovers digantikan oleh Ryan Giggs. Perubahan ini terasa dalam gigitan serangan yang berhasil dilakukan oleh Manchester United. Jika sebelumnya dengan menerapkan taktik 4-5-1, dimana Rooney diplot dengan menjadi winger kiri, ketidakoptimalan terjadi. Maka dengan masuknya Giggs, Rooney kembali ke habitat aslinya sebagai striker dan mengubah skema menjadi 4-4-2. Tekanan yang semula agak timpang dengan lebih mengandalkan kombinasi Valencia-Rafael di sayap kanan, kini dapat diimbangi dengan gedoran melalui pemain yang paling banyak membela MU ini.

Meski telah meningkatkan intensitas serangan dan mendapatkan keseimbangan yang lebih stabil, Manchester United tak kunjung memetik hasil. Ferguson pun memasukkan Ashley Young untuk menggantikan Paul Scholes pada menit ke-79. Young menempati posisi sayap kiri, sedangkan Giggs bergeser menjadi gelandang tengah mendampingi Michael Carrick. Gedoran yang konsisten, gairah untuk memenangkan pertandingan, serta mental yang kuat, membawa Manchester United pada hasil yang manis. Pada menit ke-81. Berawal dari tusukan Antonio Valencia dari sayap kanan, gol pun terjadi. Valencia yang diperkirakan akan melakukan crossing setelah melakukan penetrasi, secara mengejutkan dan sensasional menendang bola dari sisi kiri pertahanan Blackburn. Sebuah gol yang brilyan dan memecah kebuntuan dari gelombang serangan Manchester United.

Bagi Valencia, gol tersebut merupakan gol keempatnya di Liga Inggris musim ini. Gol tersebut juga semakin mengukuhkan peran Valencia yang semakin determinan dan signifikan di Manchester United. Semenjak bergabung dengan Manchester United pada tahun 2009, boleh dikatakan Valencia sempat mengalami pasang naik dan turun peran. Cedera serta persaingan di winger Manchester United yang ketat membuat penggawa asal Ekuador ini di beberapa kesempatan terpinggirkan. Namun harus diakui pada musim 2011-2012 ini, Antonio Valencia semakin menunjukkan kematangan dan kemampuannya dalam menggedor pertahanan lawan dari sayap kanan serangan Manchester United.

Gol dari Valencia tersebut menjadi distingsi dan teramat penting dalam title race dengan Manchester City. MU lalu menurunkan tensi pertandingan dan mencoba untuk memainkan bola lebih banyak dari kaki ke kaki antar para pemainnya. Upaya mengulur waktu ini terbukti mampu meredam upaya dari skuat asuhan Steve Kean dalam mengejar ketertinggalannya. MU malahan dapat memperlebar jarak pada menit ke 86 melalui kaki Ashley Young. Dan lagi-lagi gol yang tercipta dalam harmoni yang indah. Diawali dari sayatan Valencia, bola dikirimkan ke Ashley Young yang merangsek ke bagian tengah dari pertahanan Blackburn. Menerima bola sambil membelakangi gawang, Young melakukan kontrol sejenak lalu berbalik badan untuk melakukan tembakan terarah yang menghujam ke pojok bawah dari penjagaan Robinson. Skor pun berubah menjadi 2-0 untuk Manchester United.

Kemenangan di Ewood Park ini bagi Manchester United teramat berarti dikarenakan hasil ini mengkonfirmasi selisih 5 poin. Apalagi Manchester United telah tersingkir dari Liga Champions, Piala FA, Europe League, dan Piala Carling. Hal ini menjadikan Liga Inggris menjadi trofi yang harus direbut oleh Manchester United di musim yang kelam dalam keikutsertaannya di kompetisi Eropa. Manchester United sendiri memiliki peluang untuk memperlebar jarak menjadi 8 poin pada akhir pekan ini, dikarenakan mereka menjamu QPR di Old Trafford. Sedangkan pesaingnya, Manchester City akan berduel dengan Arsenal yang sedang memburu tiket ke Liga Champions.

Bagi skuat asuhan Alex Ferguson memperlebar jarak dan sprint di akhir musim akan menjadikan tim Setan Merah nyaman ketika nanti bertandang ke Etihad Stadium. Menuju gelar ke-20, bagi Manchester United semakin dekat dan dekat bagi tim yang selalu memiliki rasa lapar, hasrat, dan keinginan untuk menjadi juara ini.

Author:

Suka menulis dan membaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s