Posted in puisi, sastra

Lingkaran

Perputaran itu mencekamku
Sekuat apapun dayaku, titik itu kembali
Titik itu menanti
Seperti pendulum dalam keseimbangan

Di waktu yang usang
Pada jiwa yang gersang
Waktu yang tertumpas
Waktu yang terhempas
Terampas, teretas

Terjatuh dalam sosok kelabu yang itu-itu lagi
Terjerembab di pelosok peristiwa yang sebangun
Ini jalan tiada ujung
Jalan berputar yang membawaku pada titik nol yang identik

Lelah, sudah terlampau letih
Letih, sudah terlampau lelah
Kulihat cermin yang mengusam
Profil yang kian tergurat waktu,
Namun tak kunjung menemukan jawab atas satu lingkaran pertanyaan

Author:

Suka menulis dan membaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s