Posted in puisi, sastra

Remah-remah

Tuan-tuan yang berjajar di meja makan
Bersiap dengan hidangannya
Rapi betul pakaian mereka
Serbet, garpu, sendok, piring, gelas, kesemuanya dari bahan kelas satu
Mereka adalah mulia di masyarakat kita

Violin yang mendera
Desau tawa selembut udara
Alangkah elok mereka dipandang
Legit di penglihatan

Tutur kata mereka terukur
Ekspresi mereka teratur
Ada adab di meja makan

Berkumpullah mereka bicara perihal
Rupa-rupa soal
Denting gelas beradu
Senyum malu-malu
Kesepakatan di meja makan

Mereka orang-orang mulia kawan
Detak detik yang berlalu
Jabat tangan bertukar kata perpisahan

Berpisah jalan pulanglah mereka masing-masing
Di taman yang mengusam
Roti yang menua dan mengeras
Remah-remah ditebarkan
Burung-burung berdesakan
Menyikut, menyundut, berlutut
Sekedar tetes kecil kesejahteraan dalam kemelut
Sekedar ceruk sempit beserta apak keringat dan darah luka

Author:

Suka menulis dan membaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s