Posted in Essai, Fiksi Fantasi, Film

Sebelum Saya Menonton The Amazing Spider-Man

Pertama-tama saya ingin menyatakan bahwa saya belum menonton film The Amazing Spider-Man. Artikel yang saya tuliskan ini merupakan semacam pemanasan sebelum melihat film manusia laba-laba ini di bioskop. Film The Amazing Spider-Man hadir pada bulan Juli 2012 di layar-layar bioskop terdekat. Sebelumnya serial Spider-Man dalam format film telah menyapa penggemarnya pada tahun 2002, 2004, dan 2007. Dalam tiga film tersebut chemistry antara Tobey Maguire dengan Kirsten Dunst telah berhasil memikat jutaan penonton. Maka hadirnya The Amazing Spider-Man dengan bintang utama yang baru, sukar untuk tidak dikomparasikan dengan bintang utama terdahulunya. Terlebih jarak tahun trilogi Spider-Man dengan The Amazing Spider-Man masih cukup dekat.

Dalam film terdahulu, Peter Parker diperankan oleh Tobey Maguire dengan apik. Sedangkan si rambut merah Mary Jane Watson diperankan oleh ‘si mata ngantuk’ Kirsten Dunst mampu menampilkan romansa yang epik. Tobey Maguire mampu blend dengan karakter Peter Parker yang cerdas, bertumpuk-tumpuk pekerjaan, culun, nerd. Sebagai Spider-Man, Tobey juga mampu menampilkan sosok yang ceria, ksatria, bermain-main dengan penjahat kelas teri. Bintang kelahiran 27 Juni 1975 ini dengan piawai mampu menampilkan sisi dark dari Peter Parker dan Spider-Man dalam film Spider-Man 3. Pendek kata, Tobey Maguire mampu mem-branding-kan bahwa Peter Parker dan Spider-Man adalah dirinya.

Pergantian pemain untuk suatu peran sebenarnya bukanlah hal yang baru. Serial James Bond merupakan sampel otentik yang menunjukkan bagaimana berganti-gantinya pemeran si 007. Sean Connery, George Lazenby, Roger Moore, Timothy Dalton, Pierce Brosnan, Daniel Craig, merupakan deretan aktor yang pernah bermain sebagai James Bond si agen rahasia. Contoh lainnya ialah serial film Batman ‘zaman kegelapan’ yang diperankan oleh multi wajah. Michael Keaton, Val Kilmer, George Clooney pernah menjadi si manusia kelelawar. Kenapa saya berikan label film Batman ‘zaman kegelapan’, dikarenakan sebelum disutradarai oleh Christopher Nolan, keempat film Batman tersebut menurut hemat saya buruk secara kualitas dan mendegradasi sisi cerita yang semestinya impresif dari Batman.

Pada film The Amazing Spider-Man, duet pemeran utama jatuh kepada dua bintang muda yakni Andrew Garfield dan Emma Stone. Andrew Garfield memiliki rekam jejak yang bagus di film The Social Network (2010). Film The Social Network yang mengisahkan tentang hikayat dari pembuatan facebook, memenangkan tiga kategori Oscar pada tahun 2011. Andrew Garfield dalam film tersebut berperan sebagai Eduardo Saverin – rekanan dari Mark Zuckerberg yang akhirnya berselisih jalan. Andrew Garfield atas acting-nya di film The Social Network menjadi nominator dalam BAFTA Film Award dan Critics Choice Award di tahun 2011 sebagai Best Supporting Actor. Acting dari Andrew Garfield di film The Social Network menurut hemat saya cukup menjanjikan dan impresif. Ia mampu tampil sebagai rekan yang setia, frustasi karena hasil jerih payahnya seperti tersia-siakan, serta terkhianati. Menilik rekam jejaknya di film The Social Network dan sekilasan trailer film The Amazing Spider-Man, saya cukup percaya Andrew Garfield mampu memerankan Peter Parker dan Spider-Man secara baik. Boleh dibilang untuk memerankan Peter Parker dan Spiderman memerlukan keahlian acting yang mumpuni. Dikarenakan terdapat karakter yang berbeda antara Peter Parker dan Spider-Man.

Meski begitu akan menjadi amat wajar jika Andrew Garfield akan dibanding-bandingkan dengan Tobey Maguire; dan Emma Stone akan dikomparasikan dengan Kirsten Dunst. Sisi lainnya yang menarik untuk diamati ialah pengambilan sudut cerita yang berbeda. Pada film The Amazing Spider-Man, penonton yang telah dibawa pada alur maju pada trilogi sebelumnya hingga Spider-Man menghadapi Sandman dan Venom, akan dibawa pada lapis sejarah yang berbeda. Sebuah untold stories. Hikayat Peter Parker yang adem ayem dengan paman dan bibinya, kini dihadapkan pada pertanyaan besar mengenai kedua orang tuanya. Fokus akan ditunjukkan kepada ayah dari Peter Parker. Bahkan pada pertanyaan benarkah Peter menjadi Spider-Man karena ketidaksengajaan tergigit laba-laba mutasi genetika di laboratorium.

Terkait dengan romansa dalam cerita juga menyajikan medan penceritaan yang berbeda. Di film The Amazing Spider-Man, Peter Parker memiliki relasi istimewa dengan Gwen Stacy. Padahal kita mengetahui tentang pasangan Peter Parker yakni Mary Jane. Sebegitu terkenal dan memorable-nya pasangan Peter Parker-Mary Jane, mungkin yang dapat menandingi ialah pasangan Lois & Clark dalam kisah Superman. Dalam cuplikan trailer-nya, Gwen Stacy mengetahui bahwa Peter Parker adalah Spiderman. Sebuah pengetahuan yang tentu saja akan membawa multi implikasi.

Sudut penceritaan yang berbeda ini memungkinkan penonton untuk tidak merepetisi dan menebak dengan mudah alur cerita. Jangan lupakan kisah Spider-Man bukan sekedar super heroes yang piawai menggelantung dari satu gedung ke gedung lainnya. Sisi emosional dan nilai dari Spider-Man menjadi basic value dan bahkan kekuatan utama dari kisah yang diciptakan oleh Stan Lee dan Steve Ditko ini. Kisah Spider-Man bahkan boleh dibilang dekat dengan kehidupan lapis bawah masyarakat. Lihatlah bagaimana Peter Parker yang harus sempoyongan dengan kerja part time sembari kuliah, bagaimana Peter yang nerd dan tersisih dari kehidupan sosial, bagaimana sang jagoan memiliki cinta murni dengan the girl next door. Tema-tema yang boleh dibilang dekat dengan begitu banyak jiwa manusia.

Pepatah lama mengatakan bahwa novel paling baik didefinisikan sebagai prosa panjang dengan sesuatu yang salah di dalamnya. Orang bijak pernah berkata bahwa buku yang sempurna adalah buku yang tak pernah ditulis. Saya percaya film The Amazing Spider-Man akan menimbulkan ragam reaksi. Ada yang akan lebih condong pada versi Tobey Maguire, ada yang akan lebih gemar pada versi Andrew Garfield. Seperti itulah sebuah karya selalu berhasil memicu reaksi. Anda tidak akan dapat memuaskan semua orang secara total. Jadi mari kita nikmati saja film The Amazing Spider-Man. Selamat menonton !

{fin}

Kalfa (Kaldera Fantasi) merupakan komunitas dengan titik fokus pada fiksi fantasi. Ada beberapa distrik yang kami coba jelajahi yakni: Buku-Film-Games-Japan/Anime-Komik.

Hadir juga di http://www.facebook.com/groups/kalfa

Author:

Suka menulis dan membaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s