Posted in Essai, Fiksi Fantasi

Menyiasati Karya

Konon dari lukalah karya terbaik dapat dihasilkan. Saya cukup percaya dengan quotes tersebut. Luka memberikan amunisi lebih, penghayatan yang lebih mendalam, penjiwaan yang lebih terasa. Maka sejumlah karya besar lahir dari himpitan luka dan kesukaran yang melingkupinya. Luka akibat kolonialisme menyiramkan kemampuan berkarya Soekarno dalam pidatonya pembelaannya Indonesia Menggugat, pun begitu dengan Hatta yang membuat pidato pembelaan yang jika dibacakan membutuhkan waktu 3,5 jam (Mohammad Hatta, Untuk Negeriku: Bukittinggi-Rotterdam Lewat Betawi, hlm. 291). Pertanyaannya ialah bagaimana jika luka tiada atau katakanlah telah berganti rupa menjadi suka. Akankah karya terbaik tidak tertumpahkan dari pikiran?

Dari pengalaman personal yang saya alami dalam berkarya. Biasanya ketika badai perasaan sedang menderu itulah waktu yang tepat untuk menuangkan dan menggubahnya menjadi karya. Meski begitu saya akui ketika membuat sebuah karya yang bersambung pengerjaannya, maka dibutuhkan siasat untuk menjaga tensi karya pada nuansa dan kualitas terbaik. Katakanlah ketika sedang membuat cerpen, novel, ataupun puisi yang bisa jadi tidak sekali waktu langsung selesai. Di fragmen waktu yang lain, bisa jadi permutasi perasaan telah berbeda. Semisal di bab I yang direncanakan 30 halaman, telah selesai ditulis 18 halaman. Berarti masih defisit 12 halaman. Bab I tersebut diplot bernuansakan kelam, sedih, dan satire. Dalam 18 halaman yang telah disusun, plot tersebut berhasil dipenuhi. Namun di sisa 12 halaman yang tersisa, terjadi permutasi perasaan. Katakanlah jatuh cinta hadir dalam orbit hari si penyusunnya. Dan jatuh cinta dapat membunga-bungakan, mencerahkan, menggembirakan.

Menghadapi perubahan cuaca perasaan, macam yang saya contohkan tersebut, saya biasanya menyiasati dengan menciptakan lingkungan yang sesuai dengan plot (dalam hal ini: kelam, sedih, satire). Untuk menciptakan lingkungan jiwa tersebut, saya dapat menyiasatinya dengan mendengarkan lagu yang paralel dengan nuansa yang diinginkan. Untuk urusan kelam, sedih, satire, saya misalnya dapat mendengarkan lagu Tak Ada Yang Abadi, Di Belakangku dari Peterpan. Dengan mendengarkan lagu yang nuansatik maka memberikan pemicu dan mengundang hadirnya jiwa perasaan yang sesuai dengan plot.

Selain dengan lagu, saya juga memilih bahan bacaan ataupun menonton film. Dari banyak literatur buku, Anda dapat mencuplik nuansa jiwa yang sekiranya paralel dengan kebutuhan cerita. Pun begitu dengan film. Jadi meskipun Anda sedang jatuh cinta, bukanlah apologi untuk tidak dapat membuat cerita yang memiliki kadar kelam, sedih, dan satire.

Siasat lainnya ialah dengan menggunakan memori personal. Memori personal dapat diperoleh dari jurnal pribadi, ataupun pengalaman hidup di masa lalu. Seperti patronus yang membutuhkan harapan, memori indah, maka dalam berkarya pun penggalian memori personal dapat menghasilkan ‘sihir dalam karya’.

Siasat lainnya dalam menciptakan karya ialah dengan melakukan perjalanan. Untuk mendapatkan feeling yang kuat dalam cerita, perjalanan ke tempat yang sekiranya paralel dengan plot akan memungkinkan terjadinya penjiwaan yang lebih hebat.

Memiliki ragam siasat memungkinkan ibaratnya memiliki museum emosi. Memungkinkan Anda membuat karya kelam, sedih, satire ketika euforia cinta menyapa. Dengan demikian tinggal memilah dan menggunakan referensi siasat yang ada untuk menghasilkan karya. Selamat berkarya.

{fin}

Kalfa (Kaldera Fantasi) merupakan komunitas dengan titik fokus pada fiksi fantasi. Ada beberapa distrik yang kami coba jelajahi yakni: Buku-Film-Games-Japan/Anime-Komik.

Hadir juga di http://www.facebook.com/groups/kalfa

Author:

Suka menulis dan membaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s