Posted in puisi, sastra

Lompatan Skeptis

Kita adalah puing-puing sepi di julangan tebing-tebing kaca
Kita adalah jiwa-jiwa sunyi di kegaduhan karnaval kota
Kita adalah suara-suara tertindas di resonansi dunia
Kita adalah jarak antara das sein dengan das sollen

Kita adalah lompatan skeptis di deret ukur pertanyaan
Kita adalah jarum detak yang berjalan di belakang
Kita adalah gugusan letup amarah yang terbungkam pagi dinihari
Kita adalah garis pelangi yang termuramkan

Kita adalah selongsong cahaya yang terkurung tembok tinggi
Kita adalah cecunguk yang ditikam para kolega yang terhormat
Kita adalah tidur panjang di rangkaian amnesia negeri
Kita adalah jejak masa lalu yang tertelan diam-diam di terowongan tanpa cahaya

Kita adalah tanda tanya, di saat yang lainnya menyerukan titik
Kita adalah secangkir kopi di pagi hari, di kala yang lainnya menggaduhkan turbulensi hari
Kita adalah para filsuf, saat wabah pragmatisme menggedor-gedor jiwa
Kita adalah sebait puisi, sewaktu dunia mengalami kerontang jiwa kata

Kita adalah perlawanan di ketertundukan massal
Kita adalah jejak imajinasi di kepungan pikiran cetakan pabrik
Kita adalah kesatuan meski saling berbeda dan unik
Kita adalah bintang jatuh di langit terkelam
Mengintimidasi kemunafikan dengan pesona dan keteguhan hati

Author:

Suka menulis dan membaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s