Posted in puisi, sastra

Kabut Akhir

Cinta yang tersisa sepi
Kata yang terluka mengerti
Sembunyi
Di kelelahan penantian

Di barak jiwa
Iringi langkah menuju pemakaman jiwa
Dan warna yang terluka
Biarkan sepi yang bicara

Tentang tempat kita meramu mimpi
Keterjatuhan jiwa-jiwa pemimpi

Wahai jiwa yang mencari kepingannya
Ada daun yang mengusam,
Lalu luruh,
Musnah menghantam bumi

Seperti itulah
Senjakala perasaan
Kabut akhir dari sebuah rasa

Pelangi mengemasi warnanya
Cerah melucuti sinarnya

Ratu di purnama yang terluka
Sunyi menumbuk sepi
Di karnaval penghabisan
Izinkan aku menerbangkan satu warna untuk lampionku,
Kelabu

Author:

Suka menulis dan membaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s