Posted in puisi, sastra

Cermin Jiwa

Apakah kau percaya pada keajaiban?
Ketika kata telah berkelana
Ketika jiwa telah mencari
Pada akhirnya kau kembali
Pada akhirnya kau tersenyum di sisi

Aku melukis senja yang sepi
Tanpamu
Pelangi yang terbentuk muram
Suram menyiram kata
Kelam berbisik pasti

Layang-layang yang dulu terbang
Menghilang dari pandangan
Jauh mengangkasa
Terputus ikatannya
Terbawa arah

Kini kembali menikmati kopi di beranda
Bercerita tentang ujung senja
Berbincang rupa-rupa
Ah..hal-hal yang tak penting untuk diketahui dunia
Cukuplah dalam radius personal kita
Kita bertukar tawa
Tentang domain dunia masing-masing
Perihal kebodohan-kebodohan sepanjang jalur kerikil kehidupan
Warna mimpi yang masing-masing kita coba genapi

Pada akhirnya kau kembali
Pada akhirnya kau tersenyum di sisi
Setelah jauh waktu hatimu berlayar
Selepas persilangan-persilangan kesempatan yang kau temui
Selamat datang kembali wahai cermin jiwa
Bukankah di diriku kau menemukan dirimu?
Bukankah di dirimu ku menemukan diriku?

Author:

Suka menulis dan membaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s