Posted in puisi, sastra

Membosankan

Mungkin kita sudah lelah berbagi kata,
Bercerita tentang mimpi-mimpi kecil di estafet perjalanan hidup
Mungkin kita telah jemu dengan waktu,
Pagi hingga malam yang itu-itu

Mungkin kita sudah bosan bernyanyi di ujung pagi,
Suarakan narasi dari cerita jiwa kita
Mungkin kita telah usang bermanja-manja dalam kata,
Kita bukan pujangga muda kasmaran lagi

Mungkin kita sudah lupa dengan pijar pertemuan kita,
Setelah celoteh anak kita meresonansi setiap kali
Mungkin kita telah terkusamkan memori,
Tempat-tempat historis dalam ayunan rasa kita berdua

Cinta bisa mengusam
Cinta bisa menua
Cinta bisa jadi membosankan

Lalu seujung pena adalah kebisuan
Kata demi kata yang tiada terungkap
Membusuk dan mengeras di simpanan pikir masing-masing

Kemana perginya pesona itu
Yang dulu membuatku mengarungi waktu,
Menyalakan panel-panel inspirasi

Merenta dan meletih
Hidup yang hanya menunda kekalahan
Dan kita sama-sama bosan
Dan kita sama-sama jemu

Bersama kerut usia ini
Pikun yang menggerogoti ingatan
Hidup ternyata kelu adanya

Author:

Suka menulis dan membaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s