Posted in puisi, sastra

Luka di Kota Mati

Habiskan terang di genggaman
Binari yang berpelangi muram
Radius luka dalam genggaman
Terang sudah anyaman

Dan pagi adalah kata-kata yang sepi
Sembunyi

Sejauh apa aku dapat berlari
Telusuri semua ini
Panel-panel yang merapuh dan membisu

Sengkarut kota ini
Bangunannya runtuh
Jiwanya lumpuh
Ada sesak luka bersama udara

Wajah-wajah penuh dilema
Berat wahai bangun dari puing yang mengepung
Deru campur mesiu
Mereka yang tertinggalkan

Pagi, ketika bangun sendiri
Hampa berkelanjutan
Sensasi rasa tanpa nama
Luka di kota mati

Author:

Suka menulis dan membaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s