Posted in Cerpen, Fiksi Fantasi, sastra

Jatuh Meninggi

Masihkah kau memikirkanku? Masihkah kau mengangankanku? Cinta dan luka bagaikan koin bagiku. Satu yang utuh. Satu yang bertolak belakang. Satu yang melengkapi. Dia yang pernah membara bersama waktu. Dia yang pernah menenangkan seperti lullaby di insomnia hati. Lalu pergi. Lalu hilang. Lalu berlalu. Kami pernah begitu dekat. Menceritakan kisah seharian. Menengok sejenak ke masa lalu kami masing-masing. Berbincang tentang kontemporer. Dan masa depan? Tercekatlah lidahnya. Hanya hening tanpa kata. Hanya hening tanpa jawab.

“Ada apa?” tanyaku, dan purnama menjadi saksi.
“Aku adalah bintang jatuh,” jawabnya sembari menundukkan pandang.
“Hanya sekejap. Hanya sekilasan.”
“Lalu butiran debu. Lalu merapuh. Lalu terpunahkan.”

Giliran lidahku yang kelu. Sekelumit nyata yang menyadarkanku. Mungkin. Seandainya di kehidupan lain, kau bukanlah bintang jatuh. Masihkah kau memikirkanku? Masihkah kau mengangankanku? Seandainya kehidupan lain itu ada. Aku akan membuatmu bertahan di sisiku. Dan seandainya di kehidupan lain itu, kau tetaplah bintang jatuh. Maka biarkan aku dalam lintas singkat jalan hidup. Menembus atmosfer. Menjadi kejora inspirasi bagi manusia. Simbol harapan yang terucap cepat. Singkat. Dan aku mati dalam keindahan.

{fin}

Kalfa (Kaldera Fantasi) merupakan komunitas dengan titik fokus pada fiksi fantasi. Ada beberapa distrik yang kami coba jelajahi yakni: Buku-Film-Games-Japan/Anime-Komik.

Hadir juga di http://www.facebook.com/groups/kalfa

Author:

Suka menulis dan membaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s