Posted in Aku, Essai, Sejarah

2 Tahun Blogger

Mulanya adalah keinginan untuk berbagi. Lalu melahirlah kata demi kata. Ide demi ide. Dalam ragam rubrik. Dalam ragam pembahasan. Menjadi netizen memungkinkan saya untuk mempengaruhi melalui lini sosial media. Melalui lini blog memungkinkan saya untuk mengungkapkan segala hal yang terkait dengan pemikiran, cita-cita dan harapan yang saya miliki. Kini setelah sekian purnama, perhitungan matematis menunjukkan bahwa saya telah mencapai waktu 2 tahun sebagai blogger. Sebuah pencapaian yang sepatutnya saya syukuri. Sepanjang 2 tahun tersebut telah teridentifikasi 262 post (tahun pertama 71 post, tahun kedua 191 post). Dengan beragam gaya dan ide yang saya tawarkan dalam post tersebut. Saya tentu saja bertanggungjawab penuh atas segala substansi dari blog ini.

Saya harus akui tulisan ucapan syukur 2 tahun ini secara perhitungan kalender telah melewati waktu 2 tahun lebih beberapa hari. Namun lebih baik agak terlambat, dibandingkan tidak menuliskan sama sekali. Memasuki edisi tahun ketiga ini apa kiranya yang saya ekspektasikan? Saya berharap dapat lebih rajin lagi memotret dalam tulisan. Ada banyak kiranya saya percaya ‘bahan’ yang dapat menjadi tulisan. Namun ‘bahan’ akan tetap menjadi ‘bahan’ sepanjang teronggok tak tersentuh. Dan untuk menghasilkan tulisan yang naik edar via blog ini saya melakukan verifikasi standar produk. Sekuat daya saya akan berusaha se-perfectionis mungkin dalam menghasilkan sebuah karya.

Perfectionis tersebut dapat berupa pembacaan berulang yang saya lakukan terhadap segala tulisan yang akan naik edar. Perfectionis berupa pemastian akurasi dari suatu info dan data. Perfectionis berupa pengendapan tulisan berselang waktu. Teruntuk memberikan dimensi penglihatan yang berbeda dan lebih jernih. Perfectionis berupa pemilahan diksi, kalimat agar memiliki daya hujam dan sastrawi. Menjadi perfectionis memungkinkan waktu yang lebih panjang untuk selesainya tulisan. Namun bukankah Allah Swt menyukai segala sesuatu yang indah. Maka melalui varian tulisan dalam blog ini, saya mencoba untuk menghasilkan karya keindahan yang utuh.

Menulis di blog personal ini bagi saya adalah pembebasan dan kemerdekaan. Saya dapat menjadi saya. Aku dapat menjadi aku. Disini saya dapat menuliskan dengan leluasa apa yang menjadi buah pikir. Melalui blog ini saya menemukan kepuasan lahir dan batin. Menulis bagi saya bukan sekadar aksara yang berdempetan. Namun prinsip berbagi. Melalui blog ini saya dapat memberi dan memberi. Semoga ini menjadikan saya memiliki abundance mentality. Semoga pula saya menjadi orang yang kaya dengan ilmu. Saya percaya ilmu akan menjadi lebih terkokohkan dan berfaedah ketika disebarluaskan.

2

Melalui http://www.ardova.wordpress.com ini saya ingin membagi apa-apa yang saya baca. Membagi apa yang saya baca selain menguatkan ingatan saya terhadap ilmu yang telah saya serap, juga semoga menjadi inspirasi literasi bagi sidang pembaca sekalian. Disini juga saya ingin membagi apa yang saya lihat dan rasakan. Baik melalui perjalanan yang saya lakukan. Ataupun buah permenungan. Dengan berbagi dan memberi itu lebih baik karena ada upaya aktif dan tangan di atas.

Saya percaya untuk berupaya menjadi insan yang produktif. Menghasilkan dan berkarya. Bukan sekadar sebagai konsumen. Menjadi produsen memungkinkan menguatkan karakter. Jikalau meminjam istilah marketing, maka melalui blog ini saya memetakan personal branding dari diri saya. Siapa saya dapat dilihat dari buah pena yang saya hasilkan. Saya percaya dunia tulis baca akan tumbuh kembang manakala muncul aksi aktif. Dan kita patut bersyukur dengan munculnya blog-blog sebagai bagian dari dunia kontemporer kini. Bahkan blog dapat menjadi alternatif dari sumber informasi yang dikonsumsi masyarakat. Blog apabila dikelola dengan parameter finansial juga dapat menjadi kantung pendapatan.

Melalui artikel ini saya mengakui bahwa selama ini tampilan dari blog personal saya relatif sederhana. Benar adanya semenjak saya pertama kali hingga sekarang tetap tampil dengan tampilan yang sama. Mengapa demikian? Pertama, saya memiliki kadar kegaptekan yang aduhai. Saya sudah nyaman dengan tampilan dan format yang ada sekarang. Jikalau dirubah, maka saya harus meribetkan diri dengan adaptasi. Dan bagi saya jikalau bisa dipermudah mengapa dipersulit. Maka dibanding saya harus berlumur waktu untuk beradaptasi, lebih baik saya bersyukur dan memakai tampilan ini terus menerus.

Alasan kedua ialah saya tergolong orang yang lebih mementingkan substansi. Bagi saya tampilan adalah cangkang luar. Banyak kiranya orang di dunia ini yang sibuk memoles tampilan luar, namun substansi intinya melompong, omong kosong. Bagi saya itu adalah sebentuk hipokrit. Dengan tampilan sekarang yang menurut saya sudah cukup baik, nyaman dibaca, enak dilihat, saya lebih memeningkan dan berupaya sekuat daya untuk mengisi dengan tulisan yang bernas.

Blog ini juga akan menjadi parameter konsistensi dan keberlanjutan dari sejumlah proyek personal saya. Baik itu yang berupa esai, puisi, cerpen, novel, dan sebagainya. Saya berharap medan penulisan proyek personal dapat sukses adanya. Ini sekaligus pertanda bahwa saya harus disiplin dalam menulis. Menghasilkan karya dengan kuantitas dan kualitas yang mumpuni. Ini tentu saja membutuhkan daya. Saya harus berpeluh waktu dan sport otak untuk mengerjakannya. Itulah kiranya konsekuensi dari pilihan yang telah saya buat. Proyek personal ini selain membawa saya menuju pencapaian etape mimpi, akan berperan pula dalam menyeimbangkan equilibrium hidup. Hidup tak hanya harus berkutat pada pekerjaan formal. Dan pekerjaan formal saya adalah sebagai jurnalis. Yang tentu saja harus berakrab-akrab dengan kata. Melalui proyek personal ini saya mengayakan kemampuan menulis yang saya miliki. Menulis saya percaya bukan sekadar perihal talenta dasar. Menulis juga harus terus dilatih. Dan sarana pelatihan menulis yang terbaik adalah dengan menulis.

3

Saya juga ingin mewartakan bahwa dalam tiap esai yang saya suguhkan sebisa mungkin berada pada kisaran 3 halaman. Saya tidak ingin berpanjang kata ketika mem-posting tulisan. Saya pikir secara psikologis membaca tulisan yang terlampau panjang akan melelahkan. Saya mengukur pula tingkat keterbacaan dan kenyamanan membaca via teknologi.

Akhir kata di esai kali ini, saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Anda yang telah singgah membaca di blog ini. Saya mengapresiasi utuh kepada para followers blog ini (semoga Anda mendapatkan faedah, inspirasi dari varian tulisan yang saya gubah). Saya juga mengapresiasi mereka-mereka yang telah berbagi dunia kata dengan saya melalui pembacaan yang dilakukan. Semoga blog ini dapat menghadirkan manfaat bagi sidang pembaca sekalian.

Author:

Suka menulis dan membaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s