Posted in Aku, Essai

Menekuni Blog Kembali

Telah beberapa hari belakangan saya mengedit notes di Kaldera Fantasi (Kalfa). Notes itu adalah link tulisan saya yang terkait dengan fiksi fantasi. Saya pun terkagetkan sendiri dengan begitu banyak dan beragamnya tulisan yang telah saya buat. Kaldera Fantasi (Kalfa) sendiri memang saya proyeksikan memiliki misi intelektualitas. Oleh karena itu saya sebagai pendiri harus memberikan teladan dengan banyak-banyak menelurkan tulisan. Saya pikir fantasi adalah spektrum yang luas dan menarik untuk dikupas dalam berbagai sisi. Dan harus saya akui masih banyak ceruk yang masih ingin saya jelajahi dalam penulisan terkait dengan fiksi fantasi.

    Mengedit notes di Kalfa menyadarkan saya kembali untuk kembali bergiat dalam menurunkan tulisan baru. Harus saya akui dalam beberapa waktu belakangan produksi tulisan baru saya agak mandek. Ada beberapa faktor yang dapat menjadikan akar penyebabnya. Beberapa menurut hemat saya layak menjadi alasan, beberapa hal mungkin sekadar menjadi apologi berkelit saya nampaknya. Yang jelas kini dan ke depannya saya akan kembali menggeluti dan rajin mem-posting tulisan baru.

    Akan banyak hal yang akan saya ungkapkan. Kini di tahun ketiga blog saya ini, saya ingin mengeksplorasi lebih jauh lagi daya baca dan daya tulis saya. Saya bersyukur memiliki rumah intelektual di ranah maya ini. Bagi saya ini adalah teritori kemerdekaan saya. Saya tidak harus berbenturan dengan kepentingan mencari uang melalui tulisan, logika perusahaan, dan sebagainya. Saya bebas melukiskan kata disini. Itulah kiranya yang menjadi modal, amunisi saya untuk lebih bergiat lagi dalam produktivitas menulis disini.

    Terkait dengan dunia blog, saya telah menelusuri beberapa blog yang dimiliki orang lain. Ada yang lebih menjadi mirip rubrik curhatan. Ada yang menjadikannya sebagai medium mencari uang. Ada yang sewaktu-waktu mengisinya. Ada yang serius menekuninya. Blog memiliki banyak perwajahan. Dan saya tidak akan menghakimi tentang blog itu semestinya seperti apa. Yang jelas dari muhibah saya ke aneka blog tersebut, memberikan saya perspektif dalam melihat blogger lainnya.

    Bagi saya blog adalah personal branding. Melalui blog saya dapat mencitrakan diri saya seperti apa. Saya membentuk definisi tentang saya. Saya memberikan bahan kepada Anda sekalian untuk dapat mempersepsikan saya. Blog sebagai personal branding menurut hemat saya baik adanya. Bagi negeri yang doyan mengkonsumsi, menurut hemat saya perlu diubah secara evolusi revolusioner untuk menjadi bangsa produsen. Hanya dengan memproduksi maka Anda akan memiliki karakter. Dan memproduksi tulisan merupakan salah satu lini dari upaya menjadi bangsa produsen.

    Saya tahu adanya dengan tulisan, maka menyediakan bukti tertulis tentang siapa diri ini. Bandingkan dengan perkataan yang dapat menguap begitu saja. Perkataan dapat lenyap terbawa angin, terlupakan waktu. Sedangkan tulisan akan memberikan ruang untuk menengok dan sewaktu-waktu dapat dipertanyakan tentang apa yang ditulis. Tapi jangan lupakan dengan menulis maka kesempatan untuk mengabadi akan terdapati. Dari pengalaman personal yang saya alami bagaimana tulisan memiliki kadar keajaiban yang enigmatik. Tulisan tidak hanya berhenti radius pengaruhnya ketika selesai di titik terakhir tulisan. Daya ledak dari tulisan dapat terjadi di bilangan waktu kemudian.

    Dengan menulis maka sesungguhnya merupakan penyelamat bagi diri pribadi. Saya memiliki catatan harian yang berintikan activity saya sehari-hari. Bagaimana ketika berselang waktu saya membaca catatan harian yang berbilang waktu, lalu menghadirkan ingatan, memori, katedral perasaan. Saya bersyukur mencatatkannya. Bandingkan dengan saya tidak mencatatkannya, maka segala memori lawas tersebut dapat termusnahkan saja tertumpuk kejadian yang datang kini.

    Alasan saya menekuni dunia per-blog-an kembali ialah untuk meningkatkan daya tulis saya. Saya memiliki obsesi untuk mencapai kemampuan tinggi dalam daya baca dan daya tulis. Dalam daya baca, alhamdulillah kini sudah relatif stabil terpenuhi kemampuan saya dalam membaca koran, majalah, buku, dan tadarus. Yang menjadi lowong besarnya ialah daya tulis. Kemampuan menulis saya masih belum stabil. Maka menurut hemat saya sisi menulis inilah yang harus mendapatkan akselerasi dalam jam hidup keseharian.

    Saya pun terpikir alangkah agak tersiakannya segala tumpukan bacaan yang saya serap namun tidak terbagikan kepada sidang pembaca sekalian. Dengan tulisan maka ada efek membagi dan memberi. Dan itu dapat menjadi ladang amal bagi saya. Intelektual dapat menjadikan ilmunya sebagai kumpulan tabungan untuk bekal di hari akhirat. Saya harap dengan ilmu yang saya dapati, mampu saya transformasikan dalam bentuk tulisan yang berguna. Dengan tulisan yang saya buat juga memungkinkan untuk lebih mengokohkan daya baca.

    Kini dan ke depannya pekerjaan formal saya akan menuntut untuk lebih banyak lagi menghasilkan tulisan. Saya percaya hal tersebut dapat beriring jalan dengan peningkatan daya tulis saya untuk blog. Blog bahkan dapat menjadi medium lainnya setelah lelah menulis di pekerjaan formal. Seperti berada di dimensi kreatif yang lain. Kemampuan memproduksi tersebut pernah saya alami ketika waktu kuliah. Di sela tekanan deadline paper, saya menekuni membuat puisi. Jikalau saya terus menerus mengerjakan paper akan terjadi kebuntuan, stagnasi. Itulah adanya saya harus memberi ruang bagi daya cipta di lini lainnya. Hal yang semacam itulah yang akan saya iringi antara proyek formal dan proyek personal.

    Saya juga percaya menulis merupakan keahlian yang akan semakin terampil dengan diasah. Maka usahlah terlalu banyak berpikir untuk menulis atau tidak. Menulis dan menulis sajalah, maka kemampuan menulis akan semakin baik. Resep terbaik untuk menulis adalah dengan menulis. Blog ini dengan demikian akan menjadi medium pembelajaran saya dalam menulis yang baik. Melalui artikel kali ini juga sekaligus sebagai cambuk dan pengingat saya apabila mengendur dalam pengerjaan penulisan. Semoga buah pena saya dapat lebih memiliki bobot di masa kini dan mendatang. Saya harap sidang pembaca sekalian mendapatkan makna dari buah kata yang saya narasikan.

 

Author:

Suka menulis dan membaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s