Posted in Essai, Musik

Tentang Suara Lainnya

Bebas bersyaratnya Ariel dari rutan Kebon Waru pada tanggal 23 Juli 2012 menandai fase baru bagi Ariel, Uki, Lukman, Reza, David. Keriuhan menyambut hari baru yang cerah untuk kemudian menyambut album baru dengan nama baru. Kini band eks Peterpan tersebut telah kembali mengharu biru blantika permusikan. Musikalitas dan lirik mereka mengisi hari-hari jutaan manusia. Terlahir dengan nama baru untuk membuat sejarah. NOAH menjadi nama yang dipilih Ariel, Uki, Lukman, Reza, David untuk mengarungi samudera persaingan musikalitas negeri ini.

Menarik adanya sebelum meluncurkan album Seperti Seharusnya pada tanggal 16 September 2012, mereka meluncurkan buku Kisah Lainnya: Catatan 2010-2012 yang berintikan catatan para personel band fenomenal tersebut selama kurun waktu 2010-2012. Seperti dituturkan oleh Ariel dalam kata pertama & terima kasih (Ariel dkk., Kisah Lainnya: Catatan 2010-2012, hlm. IX):

Maka, penerbitan buku ini jauh dari maksud mengenang kebesaran masa lalu atau membicarakan hal-hal “sepele” tentang keberadaan saya dan teman-teman sekarang. Buku ini bukan pula “pertanda” bahwa Peterpan sudah lelah berkarya di bidang musik. Bukan, bukan itu.

Saya menulis untuk menyampaikan sesuatu yang hanya bisa disuarakan lewat buku.

Jembatan lainnya antara karya Peterpan menuju NOAH adalah single Dara dan album Suara Lainnya. Lagu Dara diselesaikan Ariel ketika dirinya mendekam di rutan Kebon Waru. Sosok flamboyan kelahiran Pangkalan Brandan ini melakukan take vocal lagu di ruangan Bimker Kebon Waru. Lagu Dara sendiri bagi Ariel merupakan lagu dimana dirinya dominan dari hulu-hilir pembuatan lagu. “Lagu ini adalah bentuk ekspresi saya”, begitu tutur Ariel. Lagu Dara memiliki akor yang sangat sederhana dengan terdiri dari dua kunci saja.

suara lainnya 1

Pada album Suara Lainnya boleh dikatakan merupakan eksplorasi dan ekstensifikasi dari musikalitas Ariel cs. Bagaimana band ini meng-explore lagu mereka secara instrumental. Bagaimana brass, string, karinding, celempung, celempung renteng, goong tiup, suling, saluang, perkusi, biola, cello menjadi instrumen alat musik yang turut mewarnai album yang berisi 11 track ini.

Bagi Uki, album Suara Lainnya adalah album yang paling berkesan. Berikut tuturan dari Uki mengenai album Suara Lainnya (Ariel dkk., Kisah Lainnya: Catatan 2010-2012, hlm. 179):

Melewati perjalanan panjang, Suara Lainnya adalah album yang paling berkesan bagi saya. Banyak sekali kejadian di album ini yang tidak terlupakan. Saya mendapat kepuasan batin dalam proses pengerjaannya. Banyak sekali pelajaran yang saya dapat dari album ini, yang membuat saya semakin mencintai musik, hidup saya, dan personel lainnya.

Karya album Suara Lainnya semula sempat memantik keraguan bagi seorang Ariel. Seperti dituturkan oleh Ariel mengenai skeptismenya (Ariel dkk., Kisah Lainnya: Catatan 2010-2012, hlm. 163):

Musica Studio’s menyatakan setuju dengan gagasan saya tersebut. Memang saya sempat bertanya juga, “Siapa yang akan mendengar dan membeli album macam itu?” Tidak seperti di negara lain, di mana apresiasi musik masyarakatnya sudah tinggi, di Tanah Air album macam ini masih belum mendapat tempat.

Melalui album Suara Lainnya boleh dikatakan Ariel dkk. Memberikan arah baru bagi musikalitas Indonesia. Musik instrumental yang selama ini kurang mendapat tempat secara luas boleh dikatakan agak tergeser pendulumnya selepas Ariel cs melepas album instrumental. Apa pasal? Mereka adalah trendsetter bermusik Indonesia. Yang memungkinkan bagi banyak follower-nya untuk mengikuti. Dari sisi pemain musik, hal tersebut akan menimbulkan semangat lebih untuk berkarya di jalur instrumental. Bagi pihak industri musik hendak kiranya untuk menimbang seksama menelurkan album instrumental. Bagi publik, album Suara Lainnya memberikan alternatif musikalitas. Sesuatu yang selama ini mungkin asing bagi publik dan tidak dilirik.

suara lainnya 2

Kehadiran album Suara Lainnya memberikan referensi berharga bagi dunia musik tanah air. Boleh dikata itu adalah blessing in disquise dari terparkirnya Ariel di penjara selama 2 tahun lebih. Bahwasanya lini karya lainnya dari Ariel cs dapat terhadirkan. Dan aktualisasi karya tersebut akan menggerakkan roda kreativitas bagi musik yang selama ini kurang dilirik publik. Tengok saja Karinding Attack yang mendapatkan berkah dari album yang dirilis pada 29 Mei 2012 ini. Karinding Attack sendiri turut mengisi di lagu “Sahabat”. Bagaimana musik tradisional yang dimainkan secara modern dapat tercermin dalam instrumental lagu “Sahabat”.

Album Suara Lainnya sendiri tampil dalam dua format seperti dituturkan oleh Uki sebagai berikut (Ariel dkk., Kisah Lainnya: Catatan 2010-2012, hlm. 180):

Musica Studio’s sendiri, seakan tak mau setengah-setengah, melangkah lebih jauh lagi. Album Suara Lainnya itu dikemas dalam dua format. Pertama, format CD biasa, seperti yang selama ini dipasarkan. Format berikutnya berupa CD yang lebih mahal, yang masuk dalam kategori audiophile. Format macam ini tidak terlalu banyak ditemui di Tanah Air. Selain karena harganya jauh lebih mahal, pangsa pasarnya sangat terbatas. Namun format CD audiophile menjanjikan hasil yang jauh berbeda daripada CD biasa. Dengan kedua format macam itu, mau tidak mau biaya produksi pun bertambah besar. Jumlahnya makin besar bila biaya mixing ikut dimasukkan.

Album Suara Lainnya sendiri di kemudian hari, dalam bentuk format CD biasa diberikan sebagai insert bonus ketika membeli buku Kisah Lainnya: Catatan 2010-2012. Adapun album Suara Lainnya dengan format CD audiophile dibanderol dengan harga Rp 100.000 di pasaran.

Album Suara Lainnya memberikan pembelajaran untuk tetap berkreativitas dan berkarya seberat apapun cobaan yang menghadang. Boleh dikata vonis 3,5 tahun penjara bagi Ariel telah melambungkan tanya bagi eksistensi band Peterpan ke depannya. Namun mereka menghadapi badai tersebut dengan tetap berkarya dan menghasilkan sesuatu yang istimewa bagi masyarakat. Cobaan tidak memadamkan semangat mereka dan nyala kreativitas mereka dalam bermusik.

Sebagai penutup artikel ini, tuturan dari Uki mampu menjadi perwakilan kata (Ariel dkk., Kisah Lainnya: Catatan 2010-2012, hlm. 180):

Tahun 2010 adalah dark chapter dalam sejarah bermusik kami. Kami berada dalam titik terendah dalam karier. Banyak sekali spekulasi yang mengatakan kalau band ini sudah tidak akan bisa jalan lagi. Ada juga yang bilang sebaiknya bubar saja. Album Suara Lainnya adalah jawaban bagi mereka yang meragukan kami.

Author:

Suka menulis dan membaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s