Posted in Edukasi, Essai

Membaca Multi Karya

Kalau ada satu alasan mengapa kaya lebih baik daripada miskin. Menurut hemat saya salah satu alasan yang dapat dikemukakan ialah dengan menjadi kaya maka Anda akan memiliki opsi yang lebih banyak untuk bertindak. Ambil contoh, ketika ingin makan, maka orang kaya dapat dengan leluasa dan damai memilih menu makanan apa saja. Sedangkan si miskin akan terbentur pada anggaran, sehingga opsinya pun menjadi terbatas. Jika hal tersebut dianalogikan dengan bacaan, maka jadilah orang yang kaya dalam pembacaan. Dengan spektrum pembacaan yang luas maka daya ledak ilmu akan lebih dahsyat dibandingkan dengan yang minimalis dalam membaca.

Sistem pendidikan Indonesia yang tidak mewajibkan siswanya untuk membaca sekian buku, menurut hemat saya melemahkan daya baca dari anak negeri. Apabila ada kewajiban untuk membaca sekian buku kemudian membuat resumenya saya percaya maka akan lebih tercerdaskanlah bangsa ini. Keluasan spektrum bacaan akan berpengaruh pada daya tulis. Dangkalnya pengetahuan dapat berkorelasi dari kemalasan membaca. Sejenak saya berimajinasi basa basi di negeri ini berubah. Dari pertanyaan standar mengenai pasangan hidup, pekerjaan, keluarga, menjadi pertanyaan ‘buku apa yang sedang dibaca?’

Membaca multi karya akan meluaskan diksi. Pilihan lema baik dalam bertutur dan menuliskan akan semakin kenyal dan luas. Cobalah tengok bagaimana kemampuan dari para founding fathers negeri ini dalam menulis. Soekarno, Hatta, Natsir misalnya. Bagaimana dalam buah pena yang mereka tuliskan terpampang betapa begitu kayanya lema yang dipakai. Terkadang mereka juga memakai lema dari bahasa asing. Ini menunjukkan bagaimana bentangan bacaan yang mereka lakukan. Membaca jika diibaratkan bagaikan amunisi untuk menulis. Membaca juga merupakan bahan untuk berpikir. Dengan terus membaca maka berarti memberikan daya yang lebih leluasa dalam menulis dan bertukar pikiran.

Membaca multi karya juga membawa diri pada variasi alam pikiran. Cobalah tengok karya dari berbagai belahan dunia. Anda akan mendapati budaya yang berbeda. Bagaimana para pengarang mencoba untuk menyampaikan pesannya secara berbeda. Anda pun akan terkayakan. Dan mengerti bahwasanya keragaman itu adalah keindahan dan kekuatan. Bacalah misalnya bagaimana buah pena dari JK Rowling, Haruki Murakami, Dewi Lestari, maka keragaman karya sastra itu akan nyata terasakan. Jika Anda memiliki keinginan untuk menjadi penulis, saya pikir dengan membaca multi karya akan memperkaya referensi kemampuan menulis Anda. Gaya penulisan dari Anda pun akan dapat lebih dinamis dan menambah warna karakter dalam menuliskan apa yang ada dalam pikiran Anda.

Jadi buku apa yang sekarang sedang Anda baca?

Author:

Suka menulis dan membaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s