Posted in Politik, puisi, sastra

Mampus Satu Kata

Jiwa-jiwa dalam penantian kata
Satu-satu menuju pembaringan terakhirnya
Berbisik dalam nada penghabisan
Sekarat dalam diksi

Ada rona yang menjadi kelabu
Hanyut bersama purnama pertama
Tersesatkan sepi

Kebosanan punya daya tikam tersendiri
Menyusupkan racun dalam waktu-waktu panjang
Bertarung dengan idealisme sendiri
Melihat cermin dan bertanya: siapa aku?
Untuk apa semua ini?

Ada luka tanpa belur di fisik
Ia menyerang pikiran
Ia menyerang kesadaran
Meletupkan frustasi
Memadamkan nyala api hari esok

Sosok yang meletih
Menggila dalam kepala
Nyata yang menjadi ilusi
Ilusi yang menjadi nyata

Percakapan dengan diri
Usai tanpa titik
Tanya masih menjenguk
Jawab tak kunjung tertemui

Harap yang tercerabut
Dunia yang terdiam

Di tiang gantung
Gemuruh riuh rendah
Lamgit menua
Algojo tanpa kata
Setoran nyawa ke angkasa
Disini mati tubuh
Disini mati jiwa
Disini mampus satu kata: pemberontak

Author:

Suka menulis dan membaca

One thought on “Mampus Satu Kata

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s