Posted in puisi, sastra

Senyuman yang Bisa Mencerahkan Sisi Gelap Rembulan

Luruh dalam kata
Senyuman yang bisa mencerahkan sisi gelap rembulan
Dari langit mimpi aku turun ke bumi

Terkagumkan aku
Pada satu dara
Dia,
Lamunan dalam harapan

Dan aku percaya lagi,
Pada cinta,
Pada rasa

Dan tawa bermekaran
Senyum bertukaran
Duniaku bernafas dengan jiwa baru,
Jiwamu

Diriku menjadiku
Utuh

Semenjak dirimu hadir di taman hati
Letih ini terpulihkan
Luka ini terputihkan

Dunia yang kau bagi
Mimpi-mimpi dalam laju pikir
Bermekaranlah sayap-sayap hati

Dan rembulan yang kulihat
Mencerah,
Menemukanmu,
Senyum sederhana menaklukkan hati
Senyum yang bisa mencerahkan sisi gelap rembulan

Posted in puisi, sastra

Terbanglah dalam Doaku

Pada bintang kelam Aku menatap
Indah dalam kesendiriannya
Sempurna dalam pengasingannya

Sejak dulu kamu selalu sendiri
Lewati panel-panel kerasnya kehidupan
Mengumpulkan remah-remah mimpi yang kau taburkan ke udara,
“Terbanglah dalam doaku,” ujarmu

Hidup memang begini adanya
Bukan confetti tiap pagi
Mengasah kompetensi
Hidup memang tiada mudah
Rumit adanya

Berteman peluh
Waktu-waktu yang meringkuk
Benak yang tersibukkan

Keras kepalamu menatap dunia

Ada luka yang menyatu bersama pagi
Ketika embun pertama terhembuskan
Dan ketika malam memanggil,
Nyanyian riuh lampu kota
Jiwamu tertunduk henti
Tak kau dapati lagi diriku
Karena kau telah melepasku
“Terbanglah dalam doaku,” ujarku

Posted in Politik

Quotes Politik

Politisi tidak pernah percaya atas ucapannya sendiri. Mereka justru terkejut bila rakyat memercayainya. – Charles de Gaulle

Ketika politik mengajarkan bahwa tugas politikus sesungguhnya melaksanakan kehendak rakyat. Namun, yang terjadi mereka hanya mementingkan dirinya sendiri. – Joseph Schumpeter

Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri. – Soekarno

Beruntunglah penguasa bila rakyatnya tidak bisa berpikir. – Hitler

Partai yang berkuasa begitu lama biasanya adalah cuma menarik orang-orang muda yang ingin mencapai tangga karier dengan cepat. Orang yang memiliki bakat kepemimpinan dan berkepribadian kuat memilih untuk berada di luar sistem. – Lee Kuan Yew

Political controversies come and go, but our values and our traditions endure. – Michael Bloomberg

Kami tak punya banyak waktu untuk mendengarkan kalian! – Wuer Kaixi

Kekalahan itu gelap dan tak ada laron yang mengerubungi kegelapan. – Burhanuddin Muhtadi

Victory has a thousand fathers, but defeat is an orphan (kemenangan itu mempunyai seribu ayah, tetapi kekalahan adalah yatim piatu). – JFK

Kereta yang dibuat Jepang itu hanya satu, ya naikilah. – Soekarno

Agar bangsa Indonesia memiliki semangat banteng yang tidak mau menyerah pada bangsa lain. – Soekarno

We campaign in poetry. But when we are elected we are forced to govern in prose. – Mario Cuomo (mantan Gubernur New York)

Corruptio optima pessima – Pembusukan moral (korupsi) dari orang yang tertinggi kedudukannya adalah yang paling buruk. – Pepatah Latin

Bagi kami, Indonesia menyatakan suatu tujuan politik, karena dia melambangkan dan mencita-citakan suatu tanah air pada masa depan dan untuk mewujudkannya, setiap orang Indonesia akan berusaha dengan segala tenaga dan kemampuannya. – Hatta

Barangkali saja orang akan mengingat tulisanku ini: Akan ada permainan politik oleh orang-orang kriminal dan permainan kriminal oleh orang-orang politik. – Pramoedya Ananta Toer

Sejarah adalah sejenis drama di mana setiap babak diikuti oleh paduan suara ketawa. – Mikhail Bakhtin

Hampir seluruh pemimpin republik di masa awal adalah orang kiri, orang yang ingin memperjuangkan keadilan sosial. Orde Baru ingin menghapus ingatan itu dan menekankan pentingnya militer dalam sejarah. – Hilmar Farid

The problems of presidentialism are not in the executive arena but in the legislative arena. – Giovanni Sartori

Dalam tubuh kita sejarah bersembunyi. – Tatsumi Hijikata

Masyarakat yang sekian lama mengalami penindasan dan kekerasan biasanya akan menjadi bangsa yang korup. – Ibn Khaldun

Pangan adalah urusan hidup-mati bangsa – Soekarno

Setiap kebudayaan, setiap lapisan sosial, setiap abad, membangun alibinya sendiri untuk melakukan agresi. – Peter Gay

Revolusi adalah sebuah sirkus. – Naga Bonar

Esensi sejarah adalah perubahan. – Michael Stanford

Politics is who gets what, when, and how – Harold Laswell

Vincere O Morriel (menang atau mati). – Mussolini

Menarik benang dalam tepung, tetapi benang tak boleh putus dan tepung tak boleh berantakan. – SBY

Elektabilitas merujuk pada kekuatan atomik calon (valence) dalam menarik dukungan, entah itu karisma, popularitas, atau reputasi bersih dari korupsi. – Donald Stokes

Kekuasaan cenderung korup, dan kekuasaan yang absolut cenderung absolut pula korupsinya. Orang-orang besar hampir selalu orang jahat…- Lord Acton

Para pengusaha Ali-Baba, yang cuma beberapa gelintir itu, menjadi kaya raya tanpa bekerja. Berbekal tameng atas nama pribumi, mereka menjual lisensi sebagai importir. Mereka menikmati rente ekonomi yang luar biasa empuk hanya karena mereka punya akses dan lobi kepada menteri perekonomian. Berpuluh juta, barangkali beratus juta rupiah uang negara, yang diperoleh dari pajak rakyat, sudah dikorbankan untuk kepentingan satu golongan kecil orang atas nama nasional. – Mohammad Hatta

Hukum tanpa kekuasaan menimbulkan anarki, dan kekuasaan tanpa hukum menimbulkan tirani. – Dr Soekiman Wirjosandjojo

Keep his friends close but his enemies closer. – Adagium

Seorang pemimpin adalah penjual sekaligus pembeli harapan. – Napoleon Bonaparte

O, it is excellent/ To have a giant’s strength, but it is tyrannous to use it like a giant. – Isabella dalam lakon Shakespeare, Measure for Measure

Sebuah negeri akan celaka bila si bodoh sama haknya untuk bicara dengan si piawai. – Sokrates

Politik adalah perang tanpa pertumpahan darah. – Mao

Maka hanya ada satu kata: Lawan! – Wiji Thukul

Jangan tanyakan apa yang negara berikan kepadamu, tapi tanyakan apa yang kamu berikan pada negaramu! – JFK

Politikus adalah orang yang dengannya kita tak bersetuju. Tatkala kita bersetuju, dia adalah negarawan. – David Llyold George

Masa depan ketika orang menghabiskan waktu siang hari untuk mancing dan berenang-renang dan malam harinya berbicara tentang seni dan filsafat. – Marx

Fundamentalisme pasar itu mungkin merupakan ancaman yang lebih besar bagi masyarakat terbuka ketimbang pemerintahan totaliter hari ini. – Soros

Perjuangan manusia melawan kekuasaan adalah perjuangan ingatan melawan lupa. – Milan Kundera

Dengan berdiam tentang kejahatan yang keji, dengan menguburkannya jauh di dalam diri kita…., kita menanamnya. Kelak kejahatan yang ditanam itu pun akan tumbuh beribu-ribu lipat. – Solzhenitsyn

Ketika hukum membisu maka senjata berbunyi. – Cicero

Aku membenci [Hitler] dengan sepenuh tenagaku, sebab aku tahu ia adalah personifikasi dari semua kekuatan yang melawan kemajuan dan pembebasan manusia. – Sjahrir

Nasionalisme adalah suatu seleksi untuk apa saja yang diingat dan yang dilupakan. – Goenawan Mohamad

Ketika seorang kuat pergi, ketika sejumlah badut tinggal, orang mencoba mencuri keajaiban dan sejarah. – Goenawan Mohamad

Ancaman dari waktu adalah ketidaktahuan yang berlanjut atau lupa yang kemudian terjadi. – Goenawan Mohamad

Manusialah yang mengakhiri Perang Dingin itu, kalau kau belum mengetahuinya. Bukan persenjataan, atau teknologi, atau tentara atau serangan. Manusia, itu saja. Dan bahkan bukan manusia Barat… melainkan musuh bebuyutan kita di Timur, yang turun ke jalan, menentang peluru dan tongkat polisi dan berkata: Sudah cukup. Kaisar merekalah, bukan kaisar kita, yang berani naik ke panggung dan mengatakan bahwa ia tak berpakaian. – Smiley

Those who control the past control the future and those who control the present control the past. – George Orwell

Jangan memaksakan orientasi ideologi kultural dalam politik! – Taufik Abdullah

Di negeri tanpa ingatan merajalela kaum hipokrit dan pahlawan gadung. – JJ Rizal

“tirani”, ketika orang, karena represi dalam tubuh dan jiwa, dengan takut tak bisa mengakui bahwa 2+2 sama dengan 4. – Taufiq Ismail

Memilih untuk tidak memilih adalah sebuah oksimoron. – Goenawan Mohamad

Saya berontak, maka kita ada. – Albert Camus

Rakyat adalah kita, berjuta tangan yang bekerja…. – Hartoyo Andangjaya

Posted in puisi, sastra

Tirai

Aku bosan dengan sunyi ini
Partisi-partisi cubicle
Penjara-penjara kaca
Belenggu tak kasat mata

Aku muak dengan benteng kusam ini
Selot-selot yang dinyalakan
Lampu-lampu yang dikanvaskan
Tiupan sepi tiap kali

Aku jemu dengan kuas ini
Warnanya mati
Sepertiku ketika bercermin
Daun-daun di penghujung umurnya

Aku sepi
Sepi sendiri

Aku sunyi
Sunyi tanpa darah

Nyalakan apinya
Dengarkan musiknya
Pecahkan amnesia keindahan

Hentakkan kaki di lantai kayu
Tersenyum lepaslah
Bertepuk-tepuklah
Menarilah, tunjukkan pada dunia
Jangan lagi sembunyi
Jangan lagi malu di balik tirai

Cita rasa keheningan memberengut
Tanya-tanya di kepala
Usah lara menyepi satu di jiwa
Bertahanlah
Genggam tanganku
Mari keluar dari jengah ini
Lari dari busuk peristiwa

Sudah terlampau lama kelu mengikat nadi
Menyesatkan arah para pemimpi

Posted in puisi, sastra

Bayang-Bayang di Perbatasan

Tunjukkan kata itu sembunyi
Tunjukkan kata itu mengerti
Aku dan persimpangan waktu yang menyepi
Bayang-bayang kelu di perbatasan

Lukisan tanpa warna
Jiwa kusam dalam fragmen mozaik

Semesta tak sesejuk katamu
Renyah tawamu yang menepi
Tersadar pagi,
Aku kehilanganmu,
Ada luka tanpa darah,
Ada luka tanpa air mata,
Hanya hampa dalam dada

Begitu berat tanpa senyum pembuka katamu
Begitu sulit jalani denyut detik,
Dengan kesadaran kau terlepas dariku
Menghilang dari orbit hati

Bayang-bayang di perbatasan
Temukan aku terluka

Posted in puisi, sastra

Jam 2 Dinihari

Bila sepi ini menjemput nadi

Jam 2 dinihari
Lelap belum singgah di mataku
Aku si musafir malam

Segala lintas pikir berlari di lintasan waktu sepi ini
Sahut-menyahut
Panggil-memanggil

Apakah Aku si resah dalam nafas bumi
Maka detak detik adalah perniagaan kontemplasiku

Lintang-bujur
Adalah tafsiran-tafsiranku akan takaran waktu

Dimana kamu dalam sudut sunyi?
Aku dan retakan-retakan mimpi yang menua

Posted in Aku, Edukasi, Essai, Sosial Budaya

Blog Saya Adalah Pembebasan

Apa jadinya jika ruang-ruang personal telah termampatkan. Sarana aktualisasi diri dibekuk. Siapakah Anda? Dan akankah Anda mengenali jiwa Anda ketika bercermin? Ketersempitan, keterkungkungan, itulah kiranya yang dapat menimbulkan depresi, tekanan, sepercik kegilaan. Itulah kiranya mengapa salah satu parameter kota yang ramah bagi penduduknya adalah dengan tersedianya ruang terbuka hijau. Ruang terbuka hijau menjadi sarana aktualisasi, sejenak mengambil jeda dari hidup yang membekuk.

Setiap kita membutuhkan ruang. Setiap kita membutuhkan aktualisasi. Maka pekerjaan dapat menjadi medium aktualisasi. Dengan bekerja jadilah mulia. Namun saya pikir sidang pembaca tentu mafhum bahwa dunia pekerjaan terbentur dengan beberapa aspek. Seperti misalnya saya yang berprofesi sebagai wartawan. Saya tidak bisa menulis totalitas 100% yang ada di pikiran saya. Ada berbagai kalkulasi. Mulai dari perusahaan, finansial, dan lain sebagainya. Maka menimbang keadaan tersebut, saya pun membuat ruang bagi kanal pikiran saya, yakni blog personal saya. Di blog personal, saya dapat leluasa menjadi aku. Saya dapat membedah tema yang kiranya mengusik pikiran, menarik dalam perspektif saya. Saya menjadi perencana, pelaksana, pengevaluasi dari tulisan secara utuh. Saya menjadi mandiri semandiri-mandirinya.

Melalui blog personal, saya dapat memberi keberlimpahan yang saya dapatkan. Tentunya saya tidak akan dapat memberi jika tidak memiliki apa-apa. Maka segala bekal pengetahuan, pengalaman hidup yang saya miliki saya ramu dalam lamunan kalimat. Tema besar dari blog saya adalah memberi secara gratis. Saya percaya ilmu haruslah di-share, disebarluaskan, bukan untuk dikepit erat-erat. Dengan membagi ilmu maka saya akan meneguhkan ingatan terhadap ilmu tersebut sekaligus berharap kiranya tulisan yang saya gubah dapat menghadirkan manfaat bagi sidang pembaca.

Blog personal yang saya buat juga sebagai upaya untuk membentuk masyarakat yang memiliki budaya membaca dan menulis. Saya pikir cukuplah keluhan tentang lemahnya daya baca dan daya tulis di negeri ini. Mari berbuat sesuatu. Dan dalam skala individu, saya berusaha untuk menggiatkan memberi melalui tulisan saya. Saya hidupkan blog personal saya. Sosial media yang saya punya coba dibanjiri dengan posting tulisan. Bagi saya lebih elok dan elegan untuk men-share tulisan buah tangan dan buah pikir sendiri dibandingkan dengan menautkan link karya dari kantor berita misalnya. Membuat karya tulis sendiri menurut hemat saya menabalkan diri untuk mendidik diri dan bangsa ini menjadi produsen. Sekianlah saya cukupkan kunjungan kata kali ini. Semoga bermanfaat adanya.