Posted in Essai

Cinta Adalah Sebuah Penawaran

Belum lama ini saya mewawancarai narasumber. Beliau memberikan wejangan terkait motivasi menjalani hidup. Step pertama yang beliau berikan adalah prestasi (disimbolkan dengan jempol). Lalu saya pun terpikir untuk mengkorelasikan wejangan tersebut dengan cinta. Jika dikomparasikan dengan ilmu ekonomi, maka cinta dapat terterapkan dengan hukum penawaran dan permintaan. Prestasi (yang disimbolkan dengan jempol) merupakan sebuah penawaran. Dengan prestasi maka terdapat bargaining position dalam upaya mendapatkan cinta. Dengan deretan prestasi, curriculum vitae prestasi yang bejibun maka daya tawar dalam perihal cinta akan tinggi.

Maka berprestasilah. Buat karyalah. Jadi diri yang membanggakan. Saya pikir dengan berfokus pada prestasi dan karya maka tanpa tersadari permintaan terhadap Anda akan datang. Orang akan terkagumkan, terpesona dengan prestasi yang diraih. Dengan demikian cinta dapat menjadi sehat dan produktif. Saya pikir inilah cinta yang dapat meningkatkan etos kerja dan membangun. Cinta yang tidak menjadi sendu dan titik kelemahan. Cinta yang menjadi etape-etape pencapaian.

Mari bercermin dan bertanya: prestasi apakah kiranya yang telah teraih? Mungkin..sekali lagi mungkin, jika Anda belum memiliki pasangan karena belum ada yang membanggakan secara prestasi dari Anda. Saya tahu adanya bahwa banyak orang yang nir prestasi namun ‘sukses’ memiliki pasangan. Namun mari melihat dari sisi paling terang dan positif. Mari berbenah, mari perbaiki diri, mari berprestasi. Mari menjadi magnet, mari menjadi referensi, mari menjadi yang terunggul.

Jika dengan segala upaya daya dan prestasi orang yang Anda sasar menjadi pasangan masih menampik. Saya pikir dapat dikembalikan pada hukum ekonomi. Bahwa cinta adalah sebuah penawaran. Anda hanya menawarkan diri Anda dengan paket yang ada sekarang. Mungkin orang yang Anda taksir tidak berkenan utuh dengan item-item dari karakter dan pencapaian Anda. Pemahaman tersebut saya pikir akan memperingan kusut pemikiran. Mungkin Anda merasa sepertinya segalanya telah diberikan, diupayakan, namun cinta tak kunjung mendarat. Yang terpenting adalah berupaya memberikan penawaran terbaik dengan diri Anda yang menjadi insan berprestasi. Selamat berjuang untuk mendapatkan posisi penawaran yang kuat dan elegan.

Author:

Suka menulis dan membaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s