Posted in Aku, puisi, sastra

Kopi Pagi Hari

Di pagi ini, aku hanya tekun memandangi wajahmu
Menyeruput kopi secara perlahan
Mendengarkan kisah ceritamu
Waktu seakan berhenti disini

Usah terusik dengan berita koran pagi yang terkadang mewartakan lara
Sesekali aku menanggapi ceritamu
Kau masih tetap meletup-letup bersama kata
Kamu masih tetap saja ‘bising’, haha..
Garis wajahmu diterpa waktu

Pagi ini menemukanmu kembali
Merasakan denyut nadimu di pori-pori udara
Kamu ada
Tidak tersekat jarak dan waktu
Disini
Di rumah ini
Atap tempat kita saling mengerti dan memberi
Selamat datang kembali, ibuku..

Author:

Suka menulis dan membaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s