Posted in Edukasi, Essai, Sosial Budaya

Kreativitas Lain Lini

Siapakah Anda? Dapatkah didefinisikan dalam satu kata? Membaca literatur sejarah saya menemukan betapa satu orang dapat menyerap berbagai talenta dalam dirinya. Nabi Muhammad Saw, Soekarno, Natsir, Leonardo Da Vinci, misalnya dapat dijadikan contoh. Kemampuan insan-insan tersebut tidak terbatas pada satu domain saja. Mereka unggul di beberapa bidang. Apa gerangan yang dapat membuat mereka begitu digdaya di lebih dari satu lini? Menurut hemat saya salah satunya adalah pendidikan dan ledakan kreativitas. Harus diakui pendidikan malahan dapat mengekang kreativitas. Pendidikan malah membuat partisi, belenggu pada kreativitas untuk bergerak. Akibatnya kemampuan tereduksi menjadi hanya ahli di satu lini.

Pendidikan dapat membuat manusia digebah dalam kelompok-kelompok tertentu yang akhirnya membuat langit kreativitas mereka terkooptasi. Ada definisi kemampuan disana. Katakanlah si A menjadi hanya ahli dalam melukis. Padahal apabila si A tidak didefinisikan hanya piawai dalam melukis, ia juga mungkin ahli dalam bidang matematika dan sastra misalnya. Pendidikan atas nama kebutuhan tematik di dunia pekerjaan untuk kemudian dapat mengurangi kompetensi seseorang secara signifikan.

Sedangkan pada poin ledakan kreativitas ialah kemampuan dari orang tersebut untuk mengoptimalisasi kemampuannya. Tidak hanya berhenti pada satu titik saja. Namun terus mengembangkan kemampuan dari dalam diri untuk meraih sukses di berbagai lini. Waktu yang 24 jam dapat digunakan sebagai wahana aktualisasi dari diri di berbagai sektor. Apabila terus saja berkutat di satu domain keahlian bisa-bisa akan muncul kejemuan. Multi kemampuan akan memperkaya warna dari satu keahlian. Misalnya Leonardo Da Vinci yang dalam melukis menggunakan formula matematika dan teori untuk mengkreasi keseimbangan warna dan efek artistik dari lukisannya. Ia tidak hanya menyerahkan kuas untuk bergerak sesuai ekspresi hati. Ada paduan antara sisi emosi dan sisi perhitungan matematika. Dengan demikian multi talenta akan memperkaya bobot secara signifikan dari suatu karya.

Kreativitas multi lini juga akan membuat daya kerja tetap liat bersama waktu. Memang muncul ‘godaan’ untuk tidak fokus dikarenakan banyak pengerjaan yang dapat dilakukan. Menurut hemat saya hal tersebut membutuhkan ketekunan, skala prioritas, kemampuan membagi waktu dari sang multi talenta. Adapun daya kerja tetap liat bersama waktu dikarenakan meminjam istilah WS Rendra akan selalu ada ‘daya hidup’ dari diri. Berkarya dan berkarya. Berbuat dan berbuat. Itulah kiranya yang membuat waktu tidak akan tercecer dan tersiakan. Memiliki kreativitas di multilini juga akan menjauhkan hidup dari kebosanan tingkat akut. Akan ada dimensi baru dan semangat baru yang tertemui dengan mengerjakan ‘layar-layar’ kreativitas. Selamat menjadi multi talenta yang kreatif.

Author:

Suka menulis dan membaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s