Posted in puisi, sastra

Namamu Hadir Bersama Udara

Dan senyap itu menyata
Bersama bayanganmu yang tetap mengikat
Waktu-waktu, dan kamu dalam kepompong memori
Rangkaian tanya yang membekuk lini masa
Kamu tak kunjung sirna

Selepas kamu berlalu,
Namamu hadir bersama udara
Mengintimidasiku tiap kali,
Dalam kenangan luka

Lihat aku yang terluka,
Tanpa darah,
Tanpa air mata

Namamu hadir bersama udara
Mengintaiku,
Membungkusku,
Membelengguku,
Menyanyikan lullaby penghabisan untukku

Author:

Suka menulis dan membaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s