Posted in Aku, Edukasi, Essai, Sosial Budaya

Blog Saya Adalah Pembebasan

Apa jadinya jika ruang-ruang personal telah termampatkan. Sarana aktualisasi diri dibekuk. Siapakah Anda? Dan akankah Anda mengenali jiwa Anda ketika bercermin? Ketersempitan, keterkungkungan, itulah kiranya yang dapat menimbulkan depresi, tekanan, sepercik kegilaan. Itulah kiranya mengapa salah satu parameter kota yang ramah bagi penduduknya adalah dengan tersedianya ruang terbuka hijau. Ruang terbuka hijau menjadi sarana aktualisasi, sejenak mengambil jeda dari hidup yang membekuk.

Setiap kita membutuhkan ruang. Setiap kita membutuhkan aktualisasi. Maka pekerjaan dapat menjadi medium aktualisasi. Dengan bekerja jadilah mulia. Namun saya pikir sidang pembaca tentu mafhum bahwa dunia pekerjaan terbentur dengan beberapa aspek. Seperti misalnya saya yang berprofesi sebagai wartawan. Saya tidak bisa menulis totalitas 100% yang ada di pikiran saya. Ada berbagai kalkulasi. Mulai dari perusahaan, finansial, dan lain sebagainya. Maka menimbang keadaan tersebut, saya pun membuat ruang bagi kanal pikiran saya, yakni blog personal saya. Di blog personal, saya dapat leluasa menjadi aku. Saya dapat membedah tema yang kiranya mengusik pikiran, menarik dalam perspektif saya. Saya menjadi perencana, pelaksana, pengevaluasi dari tulisan secara utuh. Saya menjadi mandiri semandiri-mandirinya.

Melalui blog personal, saya dapat memberi keberlimpahan yang saya dapatkan. Tentunya saya tidak akan dapat memberi jika tidak memiliki apa-apa. Maka segala bekal pengetahuan, pengalaman hidup yang saya miliki saya ramu dalam lamunan kalimat. Tema besar dari blog saya adalah memberi secara gratis. Saya percaya ilmu haruslah di-share, disebarluaskan, bukan untuk dikepit erat-erat. Dengan membagi ilmu maka saya akan meneguhkan ingatan terhadap ilmu tersebut sekaligus berharap kiranya tulisan yang saya gubah dapat menghadirkan manfaat bagi sidang pembaca.

Blog personal yang saya buat juga sebagai upaya untuk membentuk masyarakat yang memiliki budaya membaca dan menulis. Saya pikir cukuplah keluhan tentang lemahnya daya baca dan daya tulis di negeri ini. Mari berbuat sesuatu. Dan dalam skala individu, saya berusaha untuk menggiatkan memberi melalui tulisan saya. Saya hidupkan blog personal saya. Sosial media yang saya punya coba dibanjiri dengan posting tulisan. Bagi saya lebih elok dan elegan untuk men-share tulisan buah tangan dan buah pikir sendiri dibandingkan dengan menautkan link karya dari kantor berita misalnya. Membuat karya tulis sendiri menurut hemat saya menabalkan diri untuk mendidik diri dan bangsa ini menjadi produsen. Sekianlah saya cukupkan kunjungan kata kali ini. Semoga bermanfaat adanya.

Author:

Suka menulis dan membaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s